Facebook

Twitter

YouTube

Pernikahan Sederhana Keluarga Cendana

Telni Rusmitantri. Telni Rusmitantri.

Jakarta, C&R Digital - Siti Hardiyanti Rukmana atau akrab disapa Mbak Tutut, menggelar hajatan pernikahan anak keduanya, Danty Indriastuti Purnamasari, Minggu (7/4) pagi. Pernikahan ketiga Danty dengan Muhammad Ali Reza Nasution ini terbilang sederhana untuk ukuran keluarga Cendana. Namun, hajatan yang digelar di Rumah Titiek Soeharto, di Jalan Teuku Umar No.30 Jakarta Pusat itu, menjadi ajang reuni keluarga besar mendiang mantan Presiden Soeharto.

Ruas jalan Teuku Umar, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/4) pagi itu, tampak lebih ramai daripada biasanya. Sejumlah mobil mewah, seperti Mercedes Benz dan Toyota Alphard terparkir rapih di sisi kanan dan kiri jalan yang dinaungi  oleh pohon-pohon besar.  Sesekali tampak sejumlah pengendara sepeda berseliweran melewati jalan tersebut. Hari itu memang ‘Car Free Day” bagi warga Jakarta.

Sebuah tenda putih terpasang di halaman rumah nomor 30, yang bergaya arsitektur Eropa. Di trotoar depan pagar berjejer belasan papan bunga ucapan selamat untuk kedua pengantin dari sejumlah kolega. Tepat pukul 09.30 WIB ijab kabul Danty-Reza dimulai. Acara dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Menteng, H.Ahmad Haikal, M.A.  Sedangkan mantan Menteri Agama Kabinet Pembangunan VII (1998), Prof.Quraish Shihab tampil menyampaikan nasihat perkawinan.

Wali nikah Danty, adalah ayahandanya, Indra Rukmana. Reza memberikan mas kawin seperangkat alat salat dan perhiasan emas berlian. “Saya terima nikahnya dan kawinnya Danty Indriastuti Purnamasari binti Indra Rukmana, dengan mas kawin tersebut tunai,” kata Reza dalam satu tarikan nafas.

Berbalut busana pengantin baju demang putih dengan lapisan kain songket di pinggang,  Reza tampak gagah bersanding di pelaminan dengan Danty yang mengenakan kebaya Jawa brokat putih dengan hiasan paes di kening dan sanggul Jawa. Mereka duduk di pelaminan berlatar rangkaian bunga segar, setelah melakukan tradisi sungkeman kepada ayah dan ibu masing-masing.

“Ini pernikahan yang paling simpel atau sederhana yang pernah digelar di keluarga Cendana,” kata salah seorang kerabat Cendana, di sela-sela acara.

 

200 undangan

Tak ada rangkaian adat Jawa yang biasa mengiringi pernikahan anak-anak dan cucu-cucu mantan Presiden Soeharto. Sebut saja sewaktu pernikahan Lulu Tobing dan putra bungsu Mbak Tutut, Danny Rukmana,  yang digelar di Masjid At-Tin, Jakarta Timur, 16 September 2006. “Ya, maklum deh ini kan pernikahan ketiga. Enggak usah ramai-ramai,” kata salah seorang kerabat.

Pada pernikahan Danty yang pertama, Mbak Tutut menggelar pesta meriah di Taman Mini, Jakarta Timur, 13 tahun silam. Sedangkan di pernikahan Danty yang kedua, digelar hajatan di kediaman Mbak Tutut,  di Jalan Yusuf Adiwinata, Menteng, empat tahun silam. (lihat boks halaman 35). Rumah Teuku Umar no. 30 milik Titiek Soeharto yang tidak ditempati karena pemiliknya  menetap di Jalan Cendana, dekat kediaman ayahnya.

Persiapan pernikahan hanya kurang dari satu bulan saja sebelum hari-H. Mbak Tutut baru mengundang kerabat,  dua pekan silam. Tidak ada busana khusus yang dipakai panitia besar acara, atau digelarnya rangkaian adat Jawa kental. Saat akad nikah, Danty-Reza mengenakan busana pengantin berwarna putih. Setelah akad dan sungkeman, mereka sempat berganti busana.

Danty tampak cantik dengan kebaya modern berbordir kembang dengan warna dasar hijau tosca. Suaminya mengenakan baju demang berwarna senada. Mbak Tutut juga tampak anggun dengan kebaya panjang dan selendang brokat berwarna emas. Ayah mempelai wanita, Indra Rukmana, mengenakan baju demang hitam dengan peci warna senada.

Mbak Tutut menyebar 200 undangan saja. Dari jajaran pejabat negara tampak Djan Faridz, Menteri Perumahan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2. Selain itu hadir pula. mantan menteri di jaman orde baru Cosmas Batubara dan isteri, serta mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suyono, yang juga mertua Rachel Maryam.

Keluarga besar mantan Presiden Soeharto dan Ny.Tien Soeharto, juga hadir. Misalnya Probosutedjo serta Wismoyo Arismunandar dan isteri.

 

Reuni keluarga

Ini memang pesta simpel dengan jumlah undangan relatif sedikit. Paling tidak jika diukur dari ketokohan Mbak Tutut dan suaminya yang dikenal sebagai pengusaha. Namun, yang pasti, syukuran pernikahan Danty-Reza menjadi semacam ajang reuni atau silaturahmi bagi seluruh putra putri dan cucu-cucu keluarga Cendana.

Keponakan-keponakan Mbak Tutut beserta adik-adik dan adik iparnya komplet datang. Mereka adalah Sigit Hardjojudanto dan isteri Elsje, beserta anak-menantu-cucu mereka seperti Ari Sigit yang tiba bersama isterinya, mantan artis Rika Callebaut.

Halimah Agustina datang bersama anak dan cucu (lihat boks). Seorang kerabat Cendana mengungkapkan inilah ‘pertemuan’ pertama Halimah-Mayangsari, setelah persemayaman jenasah mantan Presiden Soeharto, di rumah Cendana, 27 Januari 2008 malam.

Halimah ramah menyapa sejumlah sesepuh keluarga Cendana. Sepanjang acara ramah tamah di pesta perkawinan Danty-Reza, Halimah juga asyik bercengkrama dengan Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek Soeharto. Halimah menjadi salah satu pusat perhatian di pesta, bersama anak dan cucunya.

Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, tiba di tempat acara bersama putra semata wayangnya, Didit Prabowo. Mantan suaminya, yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo, tiba menyusul. Tommy Soeharto juga tampak hadir.

  

--o-0 Boks 0-o--

 

Halimah-Mayangsari Jeda Lima Menit

Entah kebetulan atau tidak, Halimah Agustina Kamil datang tak bersamaan dengan mantan suaminya, Bambang Trihatmodjo. Halimah tiba di Rumah Teuku Umar No.30, lima menit sebelum Bambang, dan isteri barunya Mayangsari sampai. Halimah, yang akrab disapa Baby, datang pukul 09.05 WIB, bersamaan ketika rombongan keluarga mempelai pria tiba di tempat acara.

Baby tampak cantik mengenakan kebaya modern dan selendang bermotif batik. Model rambut pendeknya yang di-higligh membuat perempuan berdarah Minangkabau-Thailand ini tampak segar. Baby datang bersama kedua anaknya, Gendis Siti Hatmanti yang mengendong anaknya, dan Panji Trihatmodjo. Aditya, putra bungsu Halimah tak tampak karena masih berada di Amerika Serikat.

Selang lima menit kemudian, datang Bambang Tihatmodjo dan Mayangsari bersama putri mereka, Khirani 

Siti Hartinah. Bambang yang mengenakan kacamata bingkai emas Cartier, mengenakan kemeja batik berwarna cokelat bermotif yang sama dengan kain dan selendang Mayangsari. Mayang mengenakan kebaya brokat orange yang dipadu dengan obin di pinggang. Dengan tas Hermes berwarna ungu tua  dan rambut sasak khasnya, Mayangsari tampak seperti umumnya perempuan sosialita Ibukota.

Masuk ke dalam ruangan utama, Bambang dan Mayang ditempatkan di kursi dengan meja bundar yang bersebelahan dengan kursi yang diduduki Halimah dan anak-anaknya. Tak ada tegur sapa antar mantan suami isteri itu, selama acara berlangsung. Gendis dan Panji tak menyalami ayahnya. Bambang pun tak tampak menghampingi anak-anak buah perkawinannya dengan Halimah itu.

Bambang-Mayang dan putri mereka tak berlama-lama duduk di tempat acara.(Telni)

*Tabloid C&R Edisi 763

3 Comments from Facebook.com
1# From User:Ajar Adeliea Ayumie Time:13-01-2014 19:05:25
Message:Idih emg beda bgt ya wanita yg tumbuh dr keluarga priyayi(halimah) n klg urakan(mayang). Pak bambang ga nyesel tuh cerai dgn ibu halimah yg cantik jelita cetarrr membahan, sopan santun tata krama. Mayangsari ga ada apa2nya alias njelehi
2# From User:Kusuma Banuwanta Time:07-04-2014 01:59:14
Message:Bgm klu mba halimah dgn sy..????
3# From User:Cendana Putra Time:23-03-2014 20:10:16
Message:mbak saya sangat simpatik ama mbak...tuhan tentunya punya rencana yg jauh lebih baik buat mbak halimah..........
Telni Rusmitantri

Email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Switch mode views:
  • Font size:
  • Decrease
  • Reset
  • Increase