Facebook

Twitter

YouTube

Venna dan Isu PIL

Ariful Hakim. Ariful Hakim.

Jakarta, C&R Digital - Lama sepi dari gosip miring, tiba-tiba Venna Melinda bersikeras untuk bercerai dengan Ivan Fadilla. Aroma kehadiran orang ketiga atau pria idaman lain (PIL) pun tercium kuat seiring proses perceraian mereka. Apa sesungguhnya yang terjadi?

Senin (1/4), kejutan kecil dibuat Venna Melinda, saat sidang lanjutan perceraiannya dengan Ivan Fadilla kembali digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Venna melalui kuasa hukumnya, Lelyana Santosa, kembali bersikeras ingin berpisah. Padahal, dua minggu yang lalu artis sekaligus anggota DPR dari Partai Demokrat itu,  masih berharap rujuk. Kenyataan ini lantas menebarkan bau tak sedap, bahwa Venna keukeuh ingin bercerai, karena faktor kehadiran orang ketiga.

Venna memang memilih diam. Ia baru mau ngomong, kalau Ivan sendiri yang menyodorkan bukti. Sementara pihak Ivan pun enggan melontarkan tuduhan. Hanya saja, Ivan berjanji akan melaporkan Venna ke Dewan Kehormatan DPR, jika sudah memiliki bukti kuat. Sebuah sumber C&R yang dekat dengan Venna, menyebut, Venna dikabarkan sedang dekat dengan Herry Lontung Siregar, anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi Hanura. Mereka pernah kepergok berduaan di Bandara Internasional Polonia Medan, awal Maret lalu. 

 

Godaan anggota dewan

Tentu saja ini bukan kabar gembira. Celakanya, nasib pilu ini tak hanya terjadi pada Venna. Sebelumnya, kolega Venna yang juga berasal dari artis dan menjadi anggota DPR,  yaitu aktris Rachel Maryam dan penyanyi Tere juga bercerai. Sama seperti Venna, rumah tangga mereka juga ambruk, saat menyandang status sebagai anggota dewan. Masing-masing hanya melontarkan alasan klise saat memutuskan menggugat cerai. Rumah tangga mereka diwarnai percekcokan terus menerus, hingga tak bisa didamaikan. Jalan satu-satunya, ya bercerai.

Kondisi ini tentu saja mengundang tanya. Apalagi sebelum menjabat sebagai anggota dewan, rumah tangga Rachel dan Venna jauh dari gosip miring. Tak ada isu pria intim lain (PIL). Memang, dibanding Rachel dan Venna, proses perceraian Tere dengan Eka Nugraha terbilang lebih soft. Ditambah lagi Tere kemudian mundur sebagai anggota DPR.  Namun kegagalan mereka berumah tangga saat sedang menyandang status terhormat, seperti menegaskan kenyataan, bahwa posisi anggota dewan  sungguh banyak mengandung godaan. Salah melangkah bisa memicu timbulnya skandal api asmara terlarang.

Faktor utamanya mungkin karena seringnya mengadakan kegiatan bersama. Venna dekat dengan Herry Lontung Siregar, bisa jadi karena sama-sama aktif mengasuh kelompok Kopaja (Komunitas Peduli Anak Jalanan). Sementara Rachel yang sempat digosipkan dengan  Poempida Hidayatullah, lantaran sering ikut kegiatan Kabinet Indonesia Muda (KIM) bentukan Budiman Sudjatmiko.

Sejauh ini, memang tak ada survei resmi tentang berapa persen para pesohor yang jadi anggota dewan bisa terus mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Namun tetap saja, sebagai role model, perceraian mereka menjadi contoh buruk bagi konstituennya. Terlebih jika motivasi berpisah itu dilandasi isu selingkuh, yang  masih dipandang negatif  oleh masyarakat yang mengagungkan nilai-nilai kesetiaan!

 

Sempat ada harapan

Keputusan Venna untuk tetap bercerai, tentu saja mengecewakan pihak Ivan. Lewat pengacaranya, Muhammad Milano, Ivan bahkan menuduh Venna tak konsisten. Dua minggu usai menyebar harapan ingin rujuk, Ivan tak melihat ada perubahan sikap Venna. Padahal, ia masih berharap ada perbaikan. Setidaknya, selama dua minggu itu ada pembicaraan intensif, untuk mencari solusi terbaik.

Ironisnya, harapan untuk rujuk bahkan tak pernah disampaikan secara langsung pada Ivan. Ia hanya mendengarnya lewat media. Kebetulan, meski baru proses, mereka sudah tinggal terpisah. Ivan menyewa apartemen dan membawa serta dua anaknya, Verrel Bramasta dan Athalla Naufal. “Saya menghindar supaya tidak ada KDRT. Saya juga ingin introspeksi. Tapi, bukannya hubungan ini membaik, malah semakin memburuk,” kata Ivan pada C&R, Sabtu (30/3) siang.

Jika tak ada keajaiban, perkawinan yang sudah 17 tahun dibina itu dipastikan bakal rubuh. Apalagi Lelyana Santosa, pengacara Venna meyakinkan, bahwa kliennya tak akan menuntut banyak pada Ivan, termasuk harta gono gini. “Semua yang dilakukan klien saya demi kebahagiaan anak. Jadi dia ingin pisah baik-baik,” kata Lelyana.

Sekedar membalik kisah,  pertemuan Venna dan Ivan dimulai dari ajang Abang None Jakarta, tahun 1993. Ketika berkunjung sebagai Abang-None ke Amerika Serikat, keakraban di antara keduanya kian terjalin mesra. Saat ke Amerika itu mereka sering berpegangan tangan.  Tahun 1994, Venna mengikuti ajang pemilihan Putri Indonesia dan akhirnya keluar sebagai pemenang. Pada 7 Desember 1995, mereka meresmikan hubungan sebagai pasangan suami-istri.

Selain pernah sukses di dunia hiburan, kiprah Venna di dunia politik juga lumayan mulus. Dengan dana minim, ternyata ia bisa lolos ke Senayan dari Dapil Jawa Timur VI. Karier politik Venna makin mantap saat di awal 2010 sempat hendak dicalonkan menjadi bakal calon Bupati Blitar. Ia diusung oleh Partai Demokrat dengan dukungan PKS, Golkar, dan PKB.

Sejak menjadi anggota Dewan, Venna aktif melakukan kunjungan sosial ke berbagai daerah yang membutuhkan perhatian. Seperti daerah pembuangan sampah di Bantar Gebang. Selain untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang kurang beruntung, Venna juga memberikan dukungan pada anak-anak kurang mampu, khususnya bidang pendidikan yang selama ini menjadi fokus utamanya.

Aktivitas ini, konon sempat membuatnya diprotes anak-anaknya lantaran terlalu sibuk. Venna mengaku, ia tetap berusaha menyediakan waktu bagi kedua anaknya, yang perlu perhatian karena mereka mulai beranjak dewasa. Sayang, catatan bagus itu harus berakhir tragis, saat Venna memutuskan untuk menggugat cerai Ivan, 22 Februari 2013 lalu. Rekor cemerlang Venna bakal semakin ternoda, jika desas-desus soal penyebab perceraiannya betul karena kehadiran orang ketiga.

 

--o-0 Boks 0-o--

 

Herry Lontung Dikenal Pandai Bergaul

Pintu ruang kerja Herry Lontung Siregar, anggota Fraksi Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPR, yang berada di ruang 1622, Gedung Nusantara I, DPR Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/4) siang, terlihat terbuka. Tidak banyak aktivitas di ruangan tersebut, hanya seorang staf yang sedang bermain-main di komputer.

Sedangkan si empunya ruangan, tengah berada di luar kota. Menurut stafnya, mantan calon Walikota Padangsidempuan, Sumatra Utara, periode 2007-2012, itu tengah berada di Saudi Arabia. “Bapak, kan, lagi tugas ke sana,” ujar stafnya yang tak mau disebutkan namanya.

Ia mengaku tidak tahu kalau bosnya sudah sampai Jakarta, Minggu (31/3) malam atau belum.  Termasuk tak bersedia memberikan nomor ponsel sang bos. “Kalau soal nomor telepon, harus ada konfirmasi dari Bapak. Kalau tidak ada, ya tidak bisa,” kilah staf itu.

Nomor kontak Herry akhirnya didapat dari salah seorang anggota Komisi X. Ketika dihubungi, sambungan sedang dialihkan. Tak lama kemudian, terdengar suara untuk meninggalkan pesan.

Herry Lontung Siregar merupakan anggota Komisi X, yang membidangi pendidikan, pariwisata, pemuda, olahraga dan perpustakaan. Direktur sebuah hotel di Medan itu,  melenggang ke Gedung Senayan setelah meraup 23.358 suara,  di Dapil Sumatra Utara II, pada Pemilu 2009.

Pria kelahiran Padang Lawas Utara, Sumatra Utara, 25 Juli 1960, ini dikenal pandai bergaul. “Orangnya memang supel. Ia dekat dengan semua anggota Komisi X, ya tentu termasuk Venna itu.  Kan, Venna juga anggota Komisi X. Tapi, saya tidak melihat ada hubungan istimewa antarkeduanya. Ya wajar saja,” ujar rekannya di Komisi X, yang enggan disebut namanya.

Selain bertugas di Komisi “Hambalang” tersebut, Herry juga ditugaskan pada alat kelengkapan DPR sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar).  Suami dari Hj. Syahmin Harahap itu, bersama anggota Komisi X lainnya, termasuk Venna Melinda, juga tercatat sebagai anggota Panja SEA Games dan Para Games 2011. Panja ini bertugas, di antaranya membahas anggaran pembangunan Wisma Atlet, yang membawa Muhammad Nazaruddin dan Angelina Sondakh ke dalam bui. (Adi W)

*Tabloid C&R Edisi 762

Ariful Hakim

Email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.