Dwiki Dharmawan, Mengulik Jaz & Etnik di Barcelona

Musik
Typography

C&R Digital - Bersama beberapa musisi setempat, Dwiki Dharmawan menjalani rekaman untuk dua album terbarunya di Barcelona, Spanyol. Targetnya adalah masuk ke pasar internasional. Menurut rencana, mereka akan menggelar pertunjukan di Surabaya, Yogyakarta, dan Solo, Agustus mendatang.

Selama lebih dari sepekan Dwiki Dharmawan mengunjungi Catalunya, sebuah kota kecil di Barcelona, Spanyol. Di sana ia mengerjakan proyek rekaman bersama musisi setempat pada 15-17 Mei 2017 lalu. Dwiki mengajak Nguyenle (gitar elektrik), Carless Benavent (piccolo bas), Yaron Stavi (akustik bas), Asaf Sirkis (drum & perkusi), Marcus Reuteur (gitar), dan Boris Savoldelli (vokal).

Di La Casa Murada Studio, Dwiki dan kawan-kawan menjalani proses penggarapan untuk dua album terbaru. Studio itu milik musisi Spanyol Jesus Rivora, yang sekaligus bertindak sebagai sound engineer di rekaman Dwiki. “Target saya masuk ke pasar internasional dan melanjutkan karya global saya sebelumnya,” ucap Dwiki, dihubungi Senin (29/5).

Selama di Spanyol, Dwiki membagi dua sesi rekaman. Sesi pertama di album pertama, pada 15-16 Mei 2017, ia rekaman bersama Nguyenle (gitar elektrik), Carless Benavent (piccolo bas), dan Yaron Stavi (akustik bas), serta Dwiki yang bertindak di posisi piano klasik.

Sementara, hari berikutnua untuk album kedua, pada 17 Mei 2017, dengan formasi Marcus Reuteur (gitar), dan Boris Savoldelli (vokal), dan Asaf Sirkis (drum & perkusi).

Unsur-unsur budaya etnik dan perangkat musik nusantara, tetap menjadi pegangan karya terbaru Dwiki kali ini. Menariknya, ada tambahan nuansa vokal dari penyanyi Dewi Gita yang ditugaskan menjadi pengisi sinden Sunda.

“Ada juga salah satu lagu yang menyajikan musik dan lirik lagu berbahasa dari Kaili di Sulawesi Tengah, alat musik Sasando dari Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur, dan instrument Sampeq dari Dayak Borneo (Kalimantan),” tambahnya.

Dwiki menambahkan, secara keseluruhan, musiknya ini disiapkan lengkap dengan segala komposisi yang penuh improvisasi, spontanitas, dan terbuka.

Dua album Dwiki ini melanjutkan yang telah dicapai dua album sebelumnya. Yaitu So Far So Close (MoonJune Records/Musikita/Demajors, 2015), dan Pasar Klewer (MoonJune Records/Musikita/Demajors, 2016), yang mendapatkan Five Stars Review dari media Down Beat Magazine di Amerika Serikat.

Selain itu, dua album ini turut melibatkan Bagus Wijaya Santosa, Iga Indrawati Wijaya, dan Dwiki sendiri, sebagai eksekutif produser, dan Leonardo Pavkovics, dari MoonJune Records, selaku produser.

Sejak lama, Dwiki dikenal sebagai musisi sekaligus komposer yang piawai meramu musik-musik tradisional dan etnis dalam karyanya.

Namun, begitu banyaknya musik tradisional di Indonesia, juga sempat membuatnya kebingungan.
“Biasanya, kalau membuat musik, saya harus berhubungan dengan nuansa etnis tradisional dan bertemu musisinya juga. Kalau enggak (bisa bertemu), enggak bisa,” jelasnya.

Jika tak ada aral melintang, mereka akan menggelar pertunjukan di Surabaya, Solo, dan Yogyakarta, Agustus mendatang.

 

BACA JUGA : 

Hardi Fadhillah, Main Burung Lepas Penat

Julia Roberts Deg-Degan Ketemu Ronaldo

Membabi Buta, Debut Thriller Prisia Nasution