Kahitna, Berkarya Sampai Rambut Beruban

Musik
Typography

 

C&R Digital - Dikenal sebagai grup pencetak hit, sudah 31 tahun karya Kahitna akrab di telinga masyarakat. Dari sejumlah lagu romansa dan cinta, mereka merangkumnya menjadi album The Best of Kahitna format karaoke. kahitna berharap, terus berkarya hingga rambut beruban.

Di usia 31 tahun, Kahitna terus menapaki eksistensi di industri musik. Setelah melepas album Rahasia Cinta (2016), grup asal Bandung ini merilis album format digital video disc (DVD) karaoke bertajuk The Best of Kahitna, di Gunawarman, Jakarta Selatan, Kamis (16/3).

Yovie Widianto, leader dan keyboardist Kahitna, mengatakan selama ini ia banyak membuat lagu bertema cinta. “Cinta remaja, dewasa, menikah, balikan, menunggu, sampai cinta Indonesia,” katanya.

Bukan sekadar karya biasa. Album ini memuat 12 lagu hit sepanjang tahun 1996 hingga 2016. Beberapa lagu populer dan akrab di telinga masyarakat. Mulai dari Mantan Terindah, Setahun Kemarin, Soulmate, Tak Kan Terganti, Cinta Sendiri, Hingga Aku, Dirimu, Dirinya, dan lainnya.

Yovie menuturkan, lagu-lagu itu sengaja dipilih karena memiliki kenangan dari masing-masing pendengar. Meski lawas, lagu-lagu itu di aransemen ulang agar fresh. Jadi, pendengar bisa menyanyi sambil berkaraoke.

Album tersebut dipersembahkan untuk Soulmate, sebutan penggemar Kahitna. “Kalau kena macet di Jakarta, bisa sambil dengerin musik Kahitna, hehehe,” timpal Mario Ginanjar, vokalis yang mulai bergabung di Kahitna sejak 2003.

Sebenarnya, album ini sudah beredar di sejumlah gerai minimarket sejak 14 Februari 2017. Namun, baru resmi diluncurkan Kamis (13/6). Bahkan, sebulan setelah album dipasarkan, sudah terjual hingga 5000 keping DVD.

Yovie menyebut, pemilihan daftar lagu mereka serahkan sepenuhnya kepada Musica Studio’s, label yang menaungi mereka. “Kami tak pernah membeda-bedakan buat lagu. Kualitas sama, dan sama-sama menyenangkan saat proses rekaman,” tambahnya.

Tak memiliki target khusus, Yovie dan teman-temannya hanya ingin terus berkarya hingga rambut mereka memutih alias beruban. Saking solidnya, bahkan manajer dan manajemen mereka masih diisi orang-orang lawas.

Terlebih, penggemar mereka tak hanya orang dewasa atau generasi 1990-an. Namun juga datang dari generasi millennial. “Fans lama ada yang sudah punya anak. Anak-anaknya juga ikut jadi fans fanatik Kahitna. Itu yang mengharukan,” ungkapnya.

Padahal, ia mengenang saat awal membentuk Kahitna, tujuan mereka sangat sederhana, menjadi band keren dan terkenal di Indonesia.

“Kalau diingat lagi, dulu untuk bertahan hidup dan eksis banyak banget perjuangan. Rekaman pertama pernah enggak dikeluarkan. Berangkat manggung naik mobil butut. Pernah makan nasi Padang sebungkus ramai-ramai,” katanya.

Hedi, sang vokalis, tak mau kalah. Misalnya, ketika sekadar mencari makan, mereka sampai punya ide gila untuk datang ke sebuah pesta pernikahan orang lain.

“Ramai-ramai datang cuma buat makan gratis. Malu sih, tapi perut kenyang, hahaha. Itu ide Yovie,” sahut Hedi.

 

 

BACA JUGA :  

Syuting Lagu di Kota Terdampak Tsunami di Jepang, Afgan Takjub

Berkaraoke Bersama Kahitna

Pasca Kecelakaan Dua Tahun Lalu, Gunawan Kembali Akting