Ayu Ting Ting Langgar UU Karena Larang Enji Bertemu Anaknya

Musik
Typography

 

C&R Digital -- Prahara rumah tangga pedangdut Ayu Ting Ting dan mantan suaminya, Henry Baskoro Hendarso alias Enji, hingga kini membuat Enji tidak dapat menemui buah hatinya dari mantan istri yang dinikahi pada 4 Juli 2013.

Ayu melahirkan anaknya, Bilqis Khumairah Razak, pada 28 Desember 2013. Namun hingga saat ini, Enji, belum bisa menemui buah hatinya. Ini lantaran antara Ayu dan Enji tak ada titik temu hingga rumah tangga mereka berakhir di perceraian.

Menanggapi hal itu, Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati, mengatakan, jika Ayu menghalangi Enji bertemu anaknya, berarti sudah melanggar Undang Undang Perlindungan Anak.

“Tak ada alasan apapun melarang seorang ayah atau ibu untuk bertemu anaknya. Termasuk pengadilan sekalipun. Orangtua boleh berpisah karena cerai, lalu disebut sebagai mantan suami atau mantan istri. Tapi tidak ada mantan anak,” ucap Rita, dijumpai di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/3).

Orangtua, lanjutnya, tidak dapat melarang anak untuk bertemu dengan ayah atau ibunya. Menurutnya, bertemu, mengetahui siapa orangtuanya, dibesarkan dan diasuh oleh orangtuanya adalah hak setiap anak. “Sebagaimana tercantum di Pasal 7 ayat 1 dan Pasal 14 UU No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” sambungnya.

Rita menambahkan, apa yang dilakukan Ayu adalah kesalahan dan harus segera memberi kesempatan untuk Enji bertemu anaknya. Termasuk Enji yang perlu memenuhi kewajibannya sebagai ayah. “Jika tidak dilakukan, KPAI siap mendampingi Enji dan akan melayangkan surat pemanggilan kepada Ayu,” ungkapnya.

Ketika ditanya tentang dugaan pemalsuan identitas anak Ayu dan Enji, Rita mengatakan, jika nanti ditemukan pelanggaran UU Administrasi Kependudukan (Admindik) atau pemalsuan identitas, misalnya nama ayah, maka hal itu melanggar Undang Undang Admindik UU No.24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan Pasal 94.