Puasa dan Ibu Hamil (3)

Lifestyle
Typography

C&R Digital - Namun bila kondisi fisik secara medis dinilai memenuhi syarat, dr. Doddy Gultom menyarankan cukup beristirahat selama berpuasa guna menghemat energi dan cairan. “Perlu mengurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra. Misalnya, aktivitas di lapangan atau yang membuat pikiran yang berat-berat,” ujarnya.

Sebaiknya, menurut dr. Doddy, untuk sedapat mungkin menghindari stres dengan membuah jauh kebiasaan atau dorongan untuk marah. Terpenting, tambahnya, menjalani puasa dengan niat dan tekad bulat serta ikhlas. Hal ini akan ikut memengaruhi dalam menjalankan puasa akan terasa ringan dan membahagiakan.

Dalam beberapa penelitian, stres mampu memengaruhi tekanan darah, yang bila berkelanjutan bahkan bisa ikut menyumbang terjadinya stroke. Dan, hal ini tentu bisa membahayakan kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.

Hal yang patut diwaspadai bila merasa pusing ketika sedang berpuasa. Untuk itu, dr. Doddy menyarankan untuk segera membatalkan puasa karena kondisi tersebut dapat membuat keadaan bayi tidak baik.

Guna menetralisir keadaan, perlu mencari tempat berbaring yang layak di manapun berada. Bila pusing yang dirasakan diikuti dengan fisik yang merasa lemas, dianjurkan untuk minum hingga merasa lebih baik. “Bila air putih tidak bekerja, perlu pengganti cairan yang terdapat asupan gizi yang cukup, seperti jus atau makanan,” ujar dr. Doddy Gultom.

Ia menganjurkan agar ibu-ibu hamil untuk segera membatalkan puasa bila mengalami lima hal. Pertama, muntah-muntah lebih dari tiga kali, karena hal itu dikhawatirkan bisa menyebabkan terjadinya dehidrasi. Kedua, diare yang diikuti rasa mulas dan melilit. Ketiga, mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah. Hal ini pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil.

Keempat, merasa lemas, pusing diikuti dengan mata berkunang-kunang. Hal ini pertanda mengalami hipoglikemia atau turunnya kadar gula secara mendadak, yang dikhawatirkan bisa membuat janin mengalami kekurangan gizi. Hipoglikemia bisa menyebabkan pingsan dan yang paling berbahaya bisa sampai koma. Dan, kelima, mengalami keringat berlebih, khususnya keringat dingin karena hal itu pertanda kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa.

“Yang paling penting adalah mendengarkan tubuh. Sebab, tubuh merupakan barometer baik terhadap apa yang bayi lakukan. Jika merasa buruk (konfisi fisik), mungkin tidak baik bagi bayi,” sarannya.

 

BACA JUGA : 

BCL, Honor Anak Lebih Mahal

Lesti, Kenalkan Single Religi Ramadan 2017

Bisnis Baru Dodhy Eks ‘Kangen Band’