Puasa dan Ibu Hamil (1)

Lifestyle
Typography

C&R Digital - Perempuan hamil yang sehat dan terpenuhi asupan gizi, diperbolehkan berpuasa dengan memperhatikan lima hal yang bisa membahayakan, seperti pusing, muntah, mimisan, diare dan berkeringat dingin. Penderita diabetes melitus atau hipertensi tidak dianjurkan berpuasa karena bisa membahayakan ibu dan bayinya.

Ibu hamil dan ingin berpuasa tidak perlu cemas. Secara medis mereka masih diperbolehkan berpuasa, bahkan bila usia kandungan sudah mencapai sembilan bulan sekalipun.

Syaratnya, kehamilannya sehat dan terpenuhi asupan gizi. Dengan persyaratan tersebut, ibu-ibu yang tengah hamil pada Ramadan 1438 H ini bisa bepuasa dengan tidak makan minum hingga sekitar 14 jam.

Beberapa penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan hasil bahwa memang ada sedikit perubahan dalam pemeriksaan darah rutin, terutama terkait kadar gula darah. Namun hal itu ternyata tidak membahayakan ibu dan bayinya.

Bahkan, berat bayi pada ibu berpuasa dan tidak berpuasa ternyata tak menunjukkan ada perbedaan. Begitu juga dengan IQ-nya.

Meski begitu, spesialis kebidanan dan kandungan dr. Doddy Gultom, Sp.O.G., M.Kes., yang di temui beberapa waktu lalu mengingatkan keputusan ibu hamil untuk berpuasa perlu mendapat perhatian susunan diet, terutama jumlah kalori, protein yang berguna untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu.

“Bila kondisinya baik-baik saja, hingga usia kehamilan sembilan bulan pun boleh saja berpuasa. Tetapi keputusan untuk menjalani puasa ada baiknya selalu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi fisik, keadaan kandungan dan janin, serta keadaan kesehatan guna menghindari komplikasi yang mungkin timbul,” papar dr. Doddy Gultom ketika ditemui beberapa waktu lalu.

 

BACA JUGA : 

Tiga Karakter Baru di Ayat Ayat Cinta 2

Boyzlife, Konser untuk Penggemar Boyzone dan Westlife di Indonesia

In Memoriam Bartje Van Houten