Jangan Remehkan Bau Mulut saat Berpuasa (2)

Lifestyle
Typography

C&R Digital - Faktor utama penyebab bau mulut ada di rongga mulut itu sendiri. Bahkan, rongga mulut itu sering diibaratkan sebagai “tong sampah”, karena tempat semua makanan masuk. Oleh karena itu, peran air liur sebagai pembersih mulut sangatlah vital. Apabila mulut kering, maka keasaman akan naik dan hal itu menyebabkan bakteri berkembang biak hingga menimbulkan bau tak sedap

Gigi Mulut

Faktor utama penyebab bau mulut ada di rongga mulut itu sendiri. Bahkan, rongga mulut itu sering diibaratkan sebagai “tong sampah”, karena tempat semua makanan masuk. Oleh karena itu, peran air liur sebagai pembersih mulut sangatlah vital. Apabila mulut kering, maka keasaman akan naik dan hal itu menyebabkan bakteri berkembang biak hingga menimbulkan bau tak sedap.

Secara medis, antara 85-90 persen penyebab bau mulut karena sistem di dalam mulut itu sendiri. Salah satunya karena faktor kesehatan gigi. Gigi berlubang juga merupakan salah satu faktor penyebabnya. Penyebab gigi berlubang pada umumnya karena faktor makanan hingga tidak disiplin dalam menyikat gigi sesudah makan atau sebelum tidur.

Dengan demikian, kuman akan berkembang biak hingga membuat gigi berlubang. Minuman manis atau mengandung banyak soda juga bisa menyebabkan kuman berkembang biak di sela-sela gigi. Kuman-kuman ini yang akan menggerogoti email gigi hingga terjadi lubang. Sisa makanan yang ada di lubang ditambah bakteri yang ada, juga merupakan faktor penyebab bau mulut. Guna menghindari bau mulut, menambal gigi merupakan langkah terbaik sebelum bertambah parah.

Timbunan karang gigi yang tidak dibersihkan juga merupakan faktor utama penyebab bau mulut. Karang gigi terjadi akibat penimbunan sisa makanan yang menempat di permukaan gigi yang akhirnya mengeras menjadi karang.

Pada umumnya, karang gigi sering berada pada gigi depan bawah dan geraham atas kiri dan kanan karena berdekatan dengan muara kelenjar air liur. Karang gigi biasanya menempel pada daerah leher gigi. Oleh karena karang gigi merupakan sisa-sisa makanan yang mengeras, maka bisa “menangkap” sisa makanan yang akhirnya membusuk dan menimbulkan efek samping seperti bau mulut.

Karang gigi juga bisa merusak jaringan lunak gusi di sekitar leher gigi dan bisa menyebabkan iritasi dan peradangan hingga menimbulkan kerusakan jaringan (granulasi). Efek lain karang gigi, menyebabkan napas pendek, mudah lelah, bisa menimbulkan gejala gangguan pencernaan, leher dan tengkuk pegal-pegal.

Apabila bau mulut akibat memiliki banyak karang gigi, Anda disarankan untuk membersihkannya ke dokter gigi. Ada beberapa cara untuk menghilangkannya, di antaranya dengan cara calculectomy dan curettage. Permukaan lidah yang kurang bersih karena menempelnya sisa-sisa makanan, juga bisa menyebabkan bau mulut yang tak sedap. Anda disarankan membersihkan dengan sikat yang lembut, terutama seusai sahur.

Hal yang patut diwaspadai bila bermasalah pada gigi dan mulut, karena bisa menyebabkan stomatitis atau sariawan. Sariawan yang paling umum terjadi adalah aphtous stomatitis. Ada dua jenis tipe stomatitis ini, yakni sariawan akut dan sariawan kronis.

Sariawan akut terjadi karena trauma sikat gigi atau tergigit. Sedangkan sariawan kronis akibat mulut kering (xerostomia), dan jenis ini harus mendapat pengobatan. Penyebab xerostomia di antaranya karena stres, perubahan hormonal, gangguan penceranaan, banyak mengonsumsi atihistamin atau sedative dan sensitif terhadap makanan tertentu. Sariawan ini juga menyebabkan bau mulut.

Oleh karena itu, perawatan gigi dan mulut sangat mutlak diperlukan dalam menjalankan ibadah puasa, agar bau mulut akibat berkurangnya air liur bisa diminimalisasi. Apabila tidak, maka bau mulut akan tercium menyengat hingga mengganggu pembicaraan.

 

BACA JUGA : 

Cinta Di Pangkuan Himalaya: Serial Drama Romatis Terbaru ANTV

Rinni - Jevin Siapkan Resepsi Kedua di Medan

Mengenal Sosok Ketua Majelis Hakim Yang Memvonis Ahok Dua Tahun Penjara