Maag Bukan Halangan untuk Berpuasa

Lifestyle
Typography

C&R Digital - Sakit maag bukan alasan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan. Sebab, secara ilmiah, sakit maag tidak akan kambuh dengan menjalankan puasa.

Dibandingkan dengan jenis penyakit lainnya, penderita maag memang lebih rentan kumat saat berpuasa. Namun demikian, maag tidak menjadi halangan untuk tetap berpuasa. Bahkan sebaliknya, berpuasa bisa menjadi terapi yang sangat manjur untuk mengurangi derita maag.

Dalam istilah kedokteran, maag termasuk dalam penyakit dyspepsia. Penyakit ini merujuk pada gangguan serta rasa tidak nyaman pada perut atau perih di sekitar ulu hati, mual yang mengakibatkan muntah, perut terasa kembung atau penuh, sering bersendawa, mulut terasa pahit, dan tidak nafsu makan.

Namun, maag itu sendiri muncul akibat adanya iritasi pada lambung akibat peningkatan asam lambung yang berlebih. Sebagaimana kita ketahui lambung memang memproduksi asam, yang disebut asam lambung, yang sangat diperlukan untuk membantu pencernaan. “Tanpa asam lambung, makanan yang kita makan tidak dapat tercerna dengan baik, sehingga zat-zat gizi tidak dapat diserap secara optimal oleh tubuh. Jadi, asam lambung dalam jumlah seimbang memang diperlukan tubuh, tetapi jika berlebihan malah akan menimbulkan penyakit,” ungkap dr. Waluyo Dwi Cahyono, Sp.P.D. dari RSUD Kota Bekasi kepada C&R.

Asam lambung yang berlebih akan membuat lambung terasa nyeri, perih, dan kembung. Bahkan, jika terus berlanjut akan menyebabkan luka pada dinding lambung atau yang disebut tukak lambung. Parahnya lagi, jika hal ini terus berlanjut maka akan memicu timbulnya perdarahan. Perdarahan pada saluran cerna akan membuat individu tersebut menjadi muntah atau dahak berdarah. Tidak tertutup kemungkinan si penderita juga tidak sadarkan diri alias pingsan.

Diterangkan Waluyo, terdapat tiga jenis atau tipe penyakit maag. Yang pertama yaitu tipe Alser (ulcus). Di sini, maag disebabkan oleh luka pada lambung yang menyebabkan rasa nyeri pada perut. Yang kedua yaitu tipe dismotilitas. Maag jenis ini terjadi lantaran adanya gangguan irama pada perut yang menyebabkan bengkak dan rasa kembung. Sedangkan maag jenis ketiga merupakan kombinasi dari maag alser dan dismotilitas.

Berlebihnya asam lambung itu sendiri dapat disebakan oleh beberapa hal. Pertama adalah stres. Stres menyebabkan seluruh sistem saraf terpacu untuk bekerja. Salah satunya sistem kelenjar. Sistem inilah yang kemudian merangsang sel-sel di dalam lambung memproduksi asam dalam jumlah berlebih. Hingga akhirnya asam lambung meningkat.

Penyebab kedua adalah pola makan yang tidak teratur. Produksi asam lambung biasanya meningkat saat tubuh membutuhkannya, seperti saat makan. Dan ketika pada waktu makan itu tidak ada asupan makanan yang masuk, maka produksi asam lambung akan terus meningkat sementara tidak ada makanan yang dicerna oleh lambung. Akhirnya asam lambung menjadi tidak seimbang.

Penyebab ketiga adalah konsumsi makanan, obat dan segala sesuatu yang dapat membuat iritasi pada lambung seperti obat sakit kepala, makanan pedas dan asam. Pada beberapa kasus, asam lambung bahkan bisa naik hingga ke mulut. Sehingga tidak heran jika dalam beberapa kasus maag, mulut pun akan terasa asam.

 

BACA JUGA : 

Victoria Beckham, Rahasia Keluarga Harmonis

Chrissy Teigen, Sekolah Kecantikan Gratis

Camila Cabello, Lagu untuk Imigran