Meningkatkan Kualitas Tidur saat Berpuasa (3)

Lifestyle
Typography

 

C&R Digital - Inilah yang kemudian menyebabkan kebanyakan orang yang berpuasa merasa mengantuk pada siang harinya. Terutama bagi mereka yang tidak atau belum terbiasa berpuasa.

Kualitas dan Kuantitas

Lantas, berapa kebutuhan tidur yang cukup? Tidak ada angka pasti dalam hal ini. Kurang tidur harus dipahami sebagai sebuah kondisi akibat jam tidur yang kurang dan kualitas tidur yang buruk.

Dari aspek kuantitas, pada umumnya orang membutuhkan enam jam sebagai jatah waktu tidur ideal. “Yang sulit dideteksi menentukan nilai tidur yang berkualitas,” kata Andreas.

Secara medis, tidur berkualitas bisa dilihat dengan bantuan sebuah alat. Pada dasanya, kondisi terbaik yaitu saat bermimpi. Namun, secara kasat mata hal ini sulit ditentukan tolok ukurnya.

“Indikasi gampangnya saat orang merasa sudah tidur tapi tidak merasa segar saat bangun,” imbuh Andreas.

Meski demikian, kebutuhan tidur perempuan dan pria tidaklah sama. Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli kesehatan tidur dari Duke University Medical Center, North Carolina, Amerika Serikat, pada Maret 2008 silam menemukan bahwa perempuan lebih mudah marah dan depresi jika kurang tidur. Mereka juga memiliki kemungkinan terserang gangguan jantung lebih tinggi dari pria saat kekurangan tidur.

Makin kompleksnya masalah kurang tidur pada perempuan terjadi lantaran adanya perbedaan hormon dengan pria. Pada saat hamil, misalnya. Pada trimester pertama, akibat tingginya hormon progesteron, seorang wanita yang biasanya tidur 5-6 jam sehari, biasanya jadi tidur lebih banyak, antara 7-8 jam sehari. Memasuki trimester kedua, progesteron masih meningkat, namun lebih lamban. Pada masa trimester kedua inilah wanita hamil baru dapat tidur dengan lebih baik.

 

BACA JUGA : 

Membabi Buta, Debut Thriller Prisia Nasution

BCL, Honor Anak Lebih Mahal

Lesti, Kenalkan Single Religi Ramadan 2017