Sehat Rohani dan Jasmani dengan Berpuasa (3)

Lifestyle
Typography

C&R Digital - Lemas lantaran berpuasa? Sudah pasti. Tapi, berbeda jauh dengan anggapan masyarakat awam, meski secara fisik luar tampak lemas dan lesu, berpuasa ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Asam Urat

Asam urat berhubungan dengan faktor eksogen yang tinggi yang berasal dari makanan berpurin. Yang perlu diingat, puasa pada penderita asam urat tidak mengurangi produksi purin acid. Jadi, suplai cairan ke ginjal harus tetap banyak karena kekurangan cairan dapat mengakibatkan kristalisasi dalam ginjal. Jadi, sepanjang berbuka sampai tidur, minumlah cairan yang banyak untuk mem-flush batu yang menumpuk.

Maag

Maag bisa terjadi lantaran kerusakan permukaan lambung sehingga tidak memberikan proteksi pada dinding lambung. Adanya luka itulah yang menyebabkan rasa sakit, terutama saat makan. Karena itu, dengan berpuasa, perut juga akan lebih enak. Tapi pastikan mengkonsumsi obat penurun asam lambung yang dikombinasi dengan obat pelapis permukaan lambung.

Yang menjadi masalah yaitu maag yang disebabkan produksi asam lambung yang tinggi. Tapi, maag jenis ini biasanya dapat diantisipasi dengan mengkonsumsi obat penekan perut yang dimakan pada saat sahur sehingga produksi asam lambung menjadi rendah.

Beda lagi perlakuan yang dibutuhkan jika maag disebabkan oleh luka di usus 12 jari. Tetap konsultasi ke dokter agar maag tidak mengganggu puasa. Dosis obat sangat bisa berubah saat berpuasa. Untuk orang maag dan diabetes, jangan langsung makan besar saat berbuka. Tapi bertahap. Anemia

Anemia atau penyakit kekurangan darah ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit). Namun secara umum, anemia dapat dikenali dengan 5L; lemah, letih, lesu, lelah, dan lalai. Pada beberapa kasus, anemia juga ditandai dengan warna pucat pada bagian kelopak mata bawah.

Tidak sedikit anggota masyarakat yang beranggapan bahwa penderita anemia tidak dapat berpuasa. Padahal, penanganan anemia sangat tergantung pada penyebab anemia itu sendiri. Jika anemia disebabkan oleh parasit, maka penanganan pertama tentunya mengobati atau menghilangkan parasit dalam tubuh. Namun, jika ternyata penyebabnya karena kurangnya asupan gizi atau low intake, maka yang harus diperbaiki adalah gizi dan pola makan.

Pola makan berkaitan dengan pemilihan jenis makanan yang kaya akan asam folat dan zat besi (Fe) yang merupakan bahan utama dalam pembentukan sel darah merah atau hemoglobin. Zat besi ini dapat diperoleh melalui sayuran berwarna hijau.

 

BACA JUGA : 

Membabi Buta, Debut Thriller Prisia Nasution

BCL, Honor Anak Lebih Mahal

Lesti, Kenalkan Single Religi Ramadan 2017