Sehat Rohani dan Jasmani dengan Berpuasa (2)

Lifestyle
Typography

C&R Digital - Pengendalian serta disiplin inilah yang kemudian membuat puasa tak hanya bermanfaat bagi kesehatan rohani, tapi juga kesehatan badani. Dari sisi medis, puasa sama dengan mengistirahatkan sistem pencernaan. Mulai dari daerah mulut, kelenjar ludah, lambung, usus, hati, pankreas, dan seluruh organ yang terlibat dalam sistem pencernaan. Manfaat Berpuasa Terhadap Perbaikan Fungsi Ginjal.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukannya terhadap kinerja ginjal para manula, puasa ternyata menjadi semacam exercise bagi ginjal agar lebih efektif menahan cairan tubuh. ada semacam latihan yang tidak terlalu over atau sampai merusak ginjal itu sendiri. Pada minggu pertama puasa, kinerja ginjal pasien memang sedikit menurun. Tapi, di akhir bulan, setelah empat minggu berpuasa, fungsi ginjal ini berada di tingkat yang lebih baik dibandingkan saat sebelum puasa. Terukur dan Jangan Berlebihan.

Melambatnya metabolisme tubuh saat berpuasa, di lain sisi memang memicu fungsi mekanisme lain yang biasa bergerak secara reguler. Dalam kondisi seperti inilah, tubuh dan lemak yang ada justru dimanfaatkan secara efektif.

Seperti diungkapkan pakar nutrisi dari Universitas Virginia Barat, Amerika Serikat, Prof. DR. Mohammad Zafar A. Nomani, puasa yang mengistirahatkan organ pencernaan dari pagi hingga petang hari merupakan masa terbaik “penyucian” tubuh. Dengan pola makan yang proporsional dan terukur saat sahur dan berbuka, profile cholesterol dalam darah dapat diperbaiki. Demikian halnya dengan tingkat asam lambung.

Ditegaskan Zafar, menahan lapar dan haus selama sekitar 14 jam, sama sekali tidak berpengaruh buruk bagi kesehatan. Sebaliknya, di masa itu, terjadi pemusatan seluruh cairan di dalam tubuh yang menyebabkan dehidrasi ringan. Karena itu, melalui artikelnya yang berjudul The Spiritual and Health Benefits of Ramadan Fasting, puasa dapat mengontrol berat badan dan menurunkan kadar lemak. Organ pencernaan yang istirahat juga mencegah sembelit serta berbagai masalah pencernaan lain. Problem kesehatan yang sering muncul di saat puasa justru disebabkan oleh pola makan yang berlebihan di saat sahur dan berbuka puasa. Jadi, tidak usah takut menjalankan puasa. Sakit tidak bisa menjadi larangan atau halangan bagi seseorang untuk tetap berpuasa. Kalau ada masalah, konsultasikan ke dokter.

Kolesterol

Penyakit kolesterol sangat berhubungan dengan pola makan. Karena itu, pola makan yang teratur selama bulan Ramadan sangat efektif untuk menekan kadar kolesterol.

 

BACA JUGA : 

Victoria Beckham, Rahasia Keluarga Harmonis

Chrissy Teigen, Sekolah Kecantikan Gratis

Camila Cabello, Lagu untuk Imigran