Tradisi Sambut Puasa Berbagai Negara

Lifestyle
Typography

C&R Digital - Momen bulan puasa memang menyentuh tak hanya aspek religius semata. Tradisi yang mengiringinya juga bertumbuh, seiring budaya masyarakat setempat. Hal ini memperkaya khasanah keunikan bulan penuh berkah ini. Dari durasi puasa yang berbeda, hari-H mengawalinya, hingga cara menyambutnya, membuat bulan puasa menjadi bulan yang selalu ditunggu-tunggu kaum muslim sedunia.

Di Mesir misalnya. Kaum muslim Mesir menyambut datangnya bulan Ramadan dengan memasang lampu tradisional di setiap rumah. Lampu ini disebut lampu Fanus. Tak heran, setiap menjelang bulan puasa, warga mesir berbondong-bondong belanja lampu Fanus. Tradisi ini konon sudah berlangsung sejak zaman Dinati Fattimiyah. Pada saat itu, lampu dipasang untuk menyambut kedatangan pasukan raja.

Di Albania, negara di benua Eropa, juga punya tradisi unik menyambut bulan Ramadan. Kaum muslimnya akan menggelar kesenian Lodra. Ini mirip tradisi memukul bedug di Indonesia. Hanya saja bedanya, beduk Lodra menggunakan dua buah tabung yang diselimuti kulit kambing dan domba. Pemukulnya menggunakan dua stik yang berbeda, hingga menghasilkan dua jenis suara yang berbeda pula. Seniman Lodra juga sering diundang untuk mengiringi sahur.

Di Perancis, tepatnya di Couronne yang banyak didiami imigran asal Arab, ada tradisi berbelanja berbagai macam pernak pernik untuk menyambut puasa. Biasanya pusat keramaian di Jalan Pierre Tumbot. Sementara di Roma, Italia, saban menjelang Ramadan banyak panganan khas yang memiliki cita rasa manis serta kurma. Pusat kegiatan biasanya di La Grande Mosche (Masjid Agung di Roma).

Di Austria, negerinya Alfred Riedl mantan pelatih timnas Indonesia, menjelang puasa biasanya digelar kampanye pengumpulan paket lebaran untuk keluarga miskin. Selain itu, mereka juga mengumpulkan hadiah lebaran untuk anak-anak yatim di Palestina. Kampanye ini dikoordinir oleh organisasi Feeding Fasting Palestinians. Untuk menyebarluaskan kampanye bantuan, warga muslim Austria menggunakan berbagai cara, seperti penyebaran poster, pemasangan iklan dan jasa pos. Aktivitas ini disambut antusias kaum muslim Austria. Mereka biasanya secara ikhlas menyisihkan sebagian rejekinya.

Sisik melik bulan puasa akan semakin menarik, jika dilihat dari kuliner khas yang biasa muncul saat Ramadan tiba. Di Indonesia, makanan khas seperti kolak tak bisa dipisahkan dari tradisi menyambut puasa. Begitu pula cendol dan dawet, selain buah kurma yang biasanya jadi favorit, saban bulan Ramadhan berlangsung. Tradisi kuliner ini, juga terjadi di negara-negara lain, dengan makanan khas masing-masing, yang biasanya tidak muncul di luar bulan Ramadan.

 

BACA JUGA : 

Rinni - Jevin Siapkan Resepsi Kedua di Medan

Mengenal Sosok Ketua Majelis Hakim Yang Memvonis Ahok Dua Tahun Penjara

Karena Status Instagram, Mantan Istri Deddy Corbuzier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya