Maldives : Lima Hari Menjadi Miliarder

Lifestyle
Typography

 

C&R Digital -- Awal Maret lalu, C&R diundang oleh sebuah perusahaan travel, yukliburankece.com,untuk mengubah pandangan mengenai biaya dan akomodasi berlibur ke destinasi-destinasi bintang lima. Kali ini destinasi tujuannya adalah Maldives, melalui program turnya @maldivesparadiso. Mereka menemukan ramuan menarik yang membuat persepsi tentang mahalnya berlibur ke surga dunia, berbalik 180 derajat.

Parallel Universe (yang dikenal dalam Ilmu Fisika bahwa adanya dunia paralel/semesta lain di dalam satu waktu yang kita jalani bersama) tampaknya secara harfiah ada dan eksis, dengan jarak sekitar lima jam di sebelah barat Indonesia. Semesta itu bernama Negeri Maladewa atau yang dikenal oleh nama internasionalnya Republik Maldives.

Negeri dan wilayah ini dikenal mempunyai keindahan alam yang paling indah, terbaik, dan unik di dunia. Bila Indonesia adalah Negara Kepulauan yang dikelilingi lautan dan Samudra, maka Maladewa adalah Negara Samudra, yang mempunyai ratusan pulau kecil dalam perbatasannya.

Maldives terletak 700 kilometer di selatan Sri Lanka, yang terdiri dari 202 pulau kecil, yang 360 derajatnya dikelilingi oleh samudra. Sehingga membuatnya terkenal dengan air biru kristal pantainya, karena berkecup langsung dengan palung dalam. Bukan selat, teluk, maupun laut. Ibu Kota Maldives adalah Male, pulau terbesar di Maldives yang menjadi satu-satunya tempat tinggal penduduk lokal. Meskipun Male merupakan pulau terbesar, namun luasnya hanya seluas Kelurahan Cipete Utara.

Namun, sebagai destinasi turis terbaik dunia atau yang sering disebut sebagai surga yang tertinggal, tentu untuk berlibur ke Maldives diasosiasikan dengan biaya perjalanan yang sangat mahal atau bahkan di luar pertimbangan destinasi liburan kelas menengah masyarakat Indonesia. Terlebih, ketika kita mencari di laman internet tentang siapa yang pernah berlibur ke semesta ini; keluarlah nama-nama miliarder, artis Hollywood, bahkan para pemimpin negara dunia yang memilih pelesiran ke Negara Samudra ini. Terakhir, masih segar dalam ingatan kita ketika salah satu konglomerat Indonesia berlibur ke Maldives dengan pesawat pribadinya.

Namun, pada awal Maret 2017 ini, Tim C&R diundang oleh sebuah perusahaan travel bernama yukliburankece.com untuk mengubah pandangan mengenai biaya dan akomodasi tentang berlibur ke Maldives, melalui program turnya @maldivesparadiso (bisa dilihat di Instagram). Melalui prescon-nya, yukliburankece.com menjelaskan bahwa kini dengan keterbukaan dan kecepatan pertukaran informasi antar permintaan kelas menengah masyarakat Indonesia dan banyaknya penawaran di tempat tujuan, mereka menemukan ramuan menarik yang membuat persepsi kami berubah terbalik 180 derajat.

yukliburankece.com yang berfokus pada destinasi- destinasi anti arus utama, menjelaskan, menghabiskan 5 hari 4 malam berikut akomodasi, transportasi, dan tiga kali makan sehari di Maldives kini berbiaya sama dengan pelesiran ke Yogyakarta, Makassar ataupun Bali.

Penduduk Maldives 90 persen beragama Islam, ini pun menjadi kemudahan bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim untuk mencari makan atau kudapan selama menikmati indahnya gugusan pantai di sana.

Bagi Anda pasangan yang sedang merencanakan bulan madu, destinasi ini sangat disarankan untuk Anda. Selama lebih dari 20 tahun Maldives telah menjadi destinasi favorit untuk berbulan madu. Heningnya suasana yang terinterval oleh suara angin dari pohon yang bergerak, biru tuanya langit, dan biru mudanya air samudra tempat kaki Anda berpijak, adalah satu dari beribu alasan negeri ini menjadi negeri berjuta pasangan berbulan madu.

Sembilan puluh lima persen dari devisa negara ini adalah turisme. Pasangan berbulan madu di peringkat pertama, retreat keluarga yang sedang mempererat ikatan menjadi peringkat kedua. Kemudian safar (atau wisata rohani Islam dan napak tilas perjuangan penyebaran Islam) ada di peringkat ketiga. Musababnya, di sinilah dahulu para penyebar Islam dari Arab, Persia, dan Gujarat transit sebelum melanjutkan misinya keliling dunia.

Menginjakkan kaki bagi WNI di Maldives sangat mudah. WNI diberi keistimewaan dengan pengajuan Visa saat tiba yang berlaku selama 30 hari per kunjungan.

Tak Selamanya Maldives Bisa Dinikmati

Menurut Badan Antariksa Amerika Serikat, dengan tren global warming yang belum melamban atau berhenti, seluruh gugusan pulau Maldives akan tenggelam dalam samudra Hindia pada 2030-2035. Inilah yang membuat yukliburankece.com mengundang secara khusus Tim C&R untuk menyebarkan bahwa kini siapa pun masyarakat Indonesia yang sedang bangkit gaya hidupnya untuk refreshing dengan berlibur bisa ke destinasi yang selama ini terkesan private untuk para taipan dunia. Terlebih kesempatan ini sedang diterjang imbauan bahwa dalam waktu dekat tak ada lagi Maldives.

 

Raja Salman dan Maldives

Baru-baru ini Indonesia sedang dilanda euforia atas kedatangan Raja Salman selama sembilan hari di Indonesia, dengan membawa 1.500 rombongan yang terdiri dari pangeran dan menteri dari kunjungan kenegaraan di Bogor dan Jakarta, yang terakhir berlabuh Ke Pulau Dewata.

Tak banyak yang tahu, mengapa rombongan memilih Bali sebagai destinasi terakhir mereka di Indonesia dengan membawa sebegitu banyak rombongan? Jawabannya adalah Raja Salman sedang mempelajari bagaimana menumbuhkan dan menanam benih pada beach tourism. Dalam tur Asianya kali ini, Raja Salman menempatkan Maldives sebagai destinasi terakhirnya, karena partai oposisi yang kini menguasai parlemen, menawarkan Arab Saudi untuk membeli negara ini sebagai Overstate Teritory, seperti negara Bermuda dan Cayman Island yang dimiliki Inggris.

Partai Oposisi Maldives memproyeksikan, dengan kekayaan yang dimiliki Arab Saudi, umur dari daratan Maldives diharapkan bisa lebih panjang 20-30 tahun ke depan dengan investasi segar akan reklamasi yang tidak murah biayanya. Kini dengan fakta- fakta akan tema Maldives yang kami sampaikan, Maldives menjadi makin menarik untuk dikunjungi. Mulai dari persepsinya yang berubah dari destinasi miliarder- menjadi destinasi kelas menengah yang terjangkau, isu akan keterbatasan waktu, hingga penduduk lokal dan kuliner yang ramah dengan masyarakat Indonesia.

 Yuk, Kita ke Maldives