Menyelam di Dinginnya Lempeng Vulkanik Amerika Utara-Eurasia

Lifestyle
Typography

 

C&R Digital - Nadine Chandrawinata mengunjungi keluarga ibunya di Jerman, Januari lalu. Setelah menjenguk kerabat di Jerman, ia melanjutkan perjalanan ke Pulau Islandia. Dalam petualangan itu Nadine sangat terkesan saat menyelam di Patahan Silfra, di antara dua lempeng vulkanik Amerika Utara dan Eurasia. Berikut catatan perjalanan Nadine.

Awal Januari lalu kebetulan aku ada waktu kosong, tidak menjadi host, tidak pula melakukan syuting. Mumpung ada libur dua minggu, aku memanfaatkannya untuk menjenguk keluarga ibuku di Jerman. Aku juga jalan-jalan ke beberapa kota di Jerman, sebelum melanjutkan petualangan ke Pulau Islandia.

Selama mengunjungi beberapa objek wisata di Pulau Islandia, aku paling terkesan saat menyelam di Patahan Silfra. Patahan Silfra merupakan objek wisata tempat menyelam. Patahan ini berada di antara dua lempeng tektonik Amerika Utara dan lempeng tektonik Eurasia. Objek wisata ini cukup terkenal di dunia. Aktor Tom Cruise dan Ben Stiller pernah menyelam di sini.

Untuk sampai ke sana aku harus naik mobil selama empat puluh lima menit dari Kota Reykjavijk, tempat hotel aku menginap. Aku kemudian berjalan kaki sejauh satu kilometer sambil membawa peralatan selam yang cukup berat. Angin terasa dingin karena turun hujan salju.

Setelah berganti pakaian aku pun mulai menyelam. Patahan ini tidak terlalu lebar, hanya sekitar dua puluh meter. Dalamnya sekitar tiga puluh meter. Airnya ternyata cukup dingin. Kata pemandu wisataku, sekitar dua derajat Celsius. Airnya jernih sehingga aku bisa melihat pemandangan di dalam air patahan itu.

Pemandangan dalam airnya memang spektakuler, berupa tebing batu yang tinggi dan besar.
Aku menelusuri patahan itu selama empat puluh lima menit. Pemandangannya memang menakjubkan. Eksotik.

Setelah aku berada di darat, baru kaki dan tanganku terasa sedikit kaku, karena dinginnya air. Tapi aku puas sudah menyelam di Patahan Silfra. Aku kemudian kembali ke Kota Reykjavijk.

Keesokan harinya aku mendatangi kawah Strakur. Objek wisata ini berupa lubang-lubang yang memuncratkan air panas ke udara, seperti objek wisata di Tangkuban Perahu (Bandung, Jawa Barat). Udara di sekitar kawah ini menyebarkan bau belerang yang cukup menyengat.

Sekali muncrat ketinggian airnya bisa mencapai dua puluh meter. Kata pemandu wisatanya, beberapa tahun lalu muncratan air bisa mencapai ketinggian sekitar enam puluh meter.

Setelah itu aku lanjut ke Air Terjun Gulffoss. Lokasinya sekitar lima belas menit dari kawah tadi dengan mengendarai mobil. Objeknya berupa tiga air terjun dari ketinggian tiga puluh lima meter mengalir ke Sungai Hvita.

Aku bukan saja menikmati dari atas tebing, tapi juga turun mendekati bagian bawah air terjun. Pakaianku jadi lembap karena angin di sana mengandung air. Pemandangan air Terjun Gulffoss makin cantik dengan adanya pelangi di atas Sungai Hvita.

 

BACA JUGA : 

Lindsay Lohan, Perjalanan Mencari Kedamaian

Lindsay Lohan, Berkerudung dan Ikut Puasa

Lindsay Lohan Dipaksa Buka Kerudung