Menyeruput Coklat Panas di Pinggir Sungai Rhein, Dusseldorf

Lifestyle
Typography

C&R Digital - Setelah mengunjungi keluarga ibunya di Hanover, Nadine Chandrawinata meluncur ke Dusseldorf. Sambil menyeruput cokelat hangat, aku bisa menikmati pemandangan wisata kapal cruise di Sungai Rhein.

Waktu aku di Jerman, kebetulan di Kota Dusseldorf sedang ada pameran tentang Indonesia. Dari Hanover tempat keluarga ibuku tinggal, aku naik kereta ke Dusseldorf. Selain mengunjungi pameran itu, di sana aku juga menikmati jalan-jalan menelusuri kota fashion-nya Jerman.

Dusseldorf merupakan pusat mode Jerman. Kebetulan waktu aku ke sana sedang musim dingin, sehingga warga di sana tampil dengan busana-busana yang fashionable.

Dusseldorf dulunya hanya merupakan sebuah desa kecil di pinggir Sungai Rhein. Tapi sekarang Dusseldorf telah berubah menjadi kota yang modern. Berbeda dengan kota lainnya di jerman, Dusseldorf bukan kota industri, tapi kota tujuan wisata.

Pusat keramaian Dussedorf berada di pinggir Sungai Rhein. Di sana berderet puluhan bar, restoran, kafe, hingga galeri. Bukan hanya restoran yang menyajikan masakan Eropa, tapi juga restoran dari Vietnam, Filipina, Korea, Tiongkok, hingga Melayu. Orang yang tidak merasa lapar pun, jika melewati deretan restoran itu bisa menjadi lapar. Tapi aku hanya masuk ke salah satu kafe untuk mencari minuman hangat.

Aku duduk di bangku di pinggir sungai. Sambil menyeruput cokelat hangat, aku bisa menikmati pemandangan wisata kapal cruise di Sungai Rhein.

Aku kemudian melanjutkan jalan-jalanku ke balai kota Dusseldorf. Balai kota ini dibangun pada sekitar abad kedelapan belas. Gedungnya bergaya gotik. Di depan gedung ada patung Jan Willem naik kuda yang terbuat dari perunggu.

Jan Willem merupakan tokoh yang berjasa memajukan Dusseldorf. Aku sengaja foto-foto di dekat patung Jan Willem, hehe.

 

BACA JUGA : 

Mahersala Ali: Masuk Islam Secara Tidak Sengaja

Mahersala Ali : Muslim Pertama Peraih Oscar

Tradisi Leluhur Kuaci dan Jeruk