Tradisi Leluhur Kuaci dan Jeruk

Lifestyle
Typography

 

 

C&R Digital - Perayaan Imlek, memang sudah selesai. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini, penyanyi Alena Wu, merayakan Imlek dengan berkumpul bersama keluarga besar di rumah. Momen tersebut ia manfaatkan untuk sungkem dan bagi-bagi angpau di kediamannya di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten.

Selain berkumpul, peristiwa Imlek lalu, tak sekadar ia maknai sebagai perekat tali kekeluargaan. Namun memertahankan salah satu tradisi leluhur nenek moyangnya. Tradisi yang ia pegang adalah mewujudkan suguhan makanan ringan khas Imlek. Seperti diantaranya nian gao atau kue keranjang, jeruk mandarin, kuaci, dan manisan kolang-kaling.

“Tapi, bagi saya, menu-menu Imlek itu punya porsi dan peranan sangat penting. Misalnya, kuaci. Cemilan itu bukan soal maknanya, tapi justru melainkan Engkong (kakek), karena Engkong suka makan itu (kuaci). Walaupun aku sedikit enggak percaya takhayul, kuaci, kata leluhur, dipercaya mewakili banyak anak,” jelasnya, di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Kemudian, jeruk mandarin. Dalam bahasa Mandarin, jeruk adalah berarti hoki atau keberuntungan. “Kalau manisan, lebih sweet. Dengan harapan, membuat hidup dan keluargaku lebih tambah ceria dan manis,” jelasnya.

 

BACA JUGA : 

Ridwan Ghani-Adhytia Putri Resmi Suami-Istri

Sandy Tumiwa Bebas

Filosofi Kue Pancong Diany Pranata Ingatkan Sakralnya Pernikahan