Suka Duka Zaskia Sungkar Bisnis Busana Muslim

Lifestyle
Typography

 

C&R Digital - Kurang lebih satu tahun, artis Zaskia Sungkar menjalani usaha butik busana muslim berbasis Clothing Line yang diberi nama HF.

Usaha pakaiannya itu dijual secara online. Istri Irawansyah ini menceritakan suka duka saat membuka bisnis tersebut.

Berawal dari mem-posting desain rancangan busana miliknya di media sosial seperti instragram, Zaskia mulai ketagihan ketika banyak komentar positif dari follower atau penggemarnya soal karyanya.

Oleh karena itu, Zaskia langsung terpikir untuk membuka Clothing Line. Awalnya, niat buka usaha itu hampir terbengkalai karena ia harus menjalankannya sendirian. Namun, suami, orangtua dan keluarganya mendukung idenya.

Berbagai persiapan dilakukan seperti memikirkan tema atau konsep pakaian hingga biaya produksi. Tekad dan niat usahanya itu dibuka mulai dari kecil. Pasalnya, awal membuka usaha, Zaskia hanya merekrut dua orang pegawai sebagai tukang jahit.

Bersyukur, pesanan baju hijab selalu berdatangan dari follower di Instagram, teman-teman, kerabat hingga saudaranya. Makanya, dengan dua orang pegawai, ia merasa keteteran pesanan. Kini, ia menambah mesin jahitnya menjadi sembilan. Itu pun, dinilainya masih kurang.

Apapun kendalanya, ia berusaha tetap eskis dan fokus terhadap usaha yang saat ini dijalaninya. Sebab, wanita kelahiran Jakarta, 22 Desember 1990 ini mempunyai strategi berjualan untuk menghadapi persaingan bisnis yang semakin merajalela.

"Jadi, harus banyak ide kreatif dan inovasi untuk merancang pakaian. Ya, desainnya harus lebih kekinian aja," kata Zaskia Sungkar saat ditemui dikawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/9).

Untuk mendapatkan ide atau konsep, Zaskia selalu mencari referensi model atau warna pakaian yang sedang trend di lingkungan masyarakat, khususnya para remaja putri.

"Inspirasi datangnya bisa dari mana saja, aku pernah dapat inspirasi saat ke New Zealand sama Irwansyah. Saat itu ada sunset yang warnanya gradasi, lalu, aku langsung kepikiran warna itu bagus untuk kombinasi warna desain pakaian," kata Zaskia.

"Ide itu bisa dari mana saja, tapi gimana caranya mengaplikasikan itu. Sebagai generasi muda yang tinggal di kota besar dan modern seperti kita ini nggak boleh melupakan budaya atau sejarah bangsa kita," sambungnya.

Pemain sinetron Si Alif 2011 ini mengaku tak mempunyai basic sebagai seorang designer pakaian, khususnya hijab. Tapi, karena kecintaan terhadap model busana muslim khususnya hijab, ia sering mendesign gambar lewat tinta hitam di kertas gambar.

"Aku nggak ada basic atau background di fashion desainger. Cuma, aku bermodal bisa menggambar saja. Dua tahun lalu, aku nggak bisa apa. Tapi, nggak ada kata terlambat jika ingin berusaha," kata Zaskia.

"Learning by doing, belajar dari sendiri saja. Kalau memang suka, insyallah pasti bagus. kalau dikerjakan dengan hati, pasti hasilnya akan puas. Ya, bisa dibilang awal jadi designner ini secara otodidak," sambungnya.

Untuk mendapatkan kualitas terbaik, Zaskia mengeluarkan modal cukup besar. Namun, ia enggan menyebutkan total modal untuk bisnis pakaian hijabnya.

"Kalau soal budget usaha ya lumayan besar, intinya kita harus pintar - pintar mengatur keuangan dan kreatif untuk menyesuaikan konsep," kata Zaskia sembari berharap bisnis pakaian hijabnya terus berkembang.