Adi Nugroho-Donita, Rumah Orang Tua (3)

Lifestyle
Typography

 

 

C&R Digital - Mereka menikah pada 6 September 2014. Adi dan Donita melakukan ijab kabul di Gedung Thamrin Nine Ballroom, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat. Adi memberikan mahar berupa perhiasan emas putih 6,9 gram. Pernikahan keduanya di saksikan oleh Mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dr. H. Adhyaksa Dault yang mewakili pihak mempelai pria. Sedangkan dari pihak mempelai wanita diwakilkan oleh Drs. H. Indrodjojo Kusumonegoro alias Indro ‘Warkop’.

Ada yang unik sebelum akad nikah berlangsung. Sebelum Adi masuk ke dalam ballroom akad nikah, ia datang menumpang mobil antik Mercedes Benz berwarna hitam. Di kanan dan kirinya terdapat delapan motor besar yang mengiringi perjalanan Adi dari Gran Hyatt Hotel menuju Thamrin Nine Ballroom, yang lokasinya tak berjauhan.

Iring-iringan itu berasal dari teman-teman Adi di komunitas motor besar kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan. Mereka sendiri yang berinisiatif mengawal Adi, bukan permintaan Adi.

Donita tidak mempermasalahkan hal itu. Memiliki suami yang sangat mencintai dunia otomotif, membuat Donita memberikan 'porsi' untuk Adi di acara spesial mereka. Sementara itu, nuansa 'girly' diselipkan Donita dengan ornamen empat buah boneka babi di dekat pintu masuk ballroom. "Ada iring-iringan motor gede, nah itu Adi banget. Kalau mewakili yang aku suka ya ada boneka babinya, hehehe," papar Donita.

Soal penempatan boneka babi berwarna merah muda di dekat pintu masuk, sempat membuat Adi kaget. Kala itu, Adi tidak terlalu memerhatikan. Ia bahkan sempat bercanda, apakah pernikahannya tetap halal, meski ada boneka babi.

Usai menikah, pasangan muda ini langsung gabung ke rumah orang tua Donita di Bintaro. Alasannya, agar Donita bisa dekat dengan kampus tempatnya belajar. Ia baru akan pindah ke rumah pribadi, setelah anaknya sudah lahir. “Karena studinya juga sudah kelar, tinggal wisuda,”kata Donita.

Pilihan untuk tetap kuliah memang sudah tertanam lantaran Donita pernah janji sama ayahnya. Sebelumnya, ayahnya sempat meminta Donita tetap menyelesaikan studinya, meski aktif bergiat di dunia hiburan. Inilah yang memicu semangatnya untuk membagi waktu secara ketat, antara kuliah dan bekerja. Ia juga masih belum tahu, akan dipakai buat apa nanti ijazah ilmu komunikasinya.

“Yang jelas, mudah-mudah bermanfaat dengan semua aktivitas yang aku lakukan. Atau bisa juga nanti jadi public relation, ” yakin Donita.