Adi Nugroho-Donita, Tak Terbayangkan (2)

Lifestyle
Typography

 

 

C&R Digital - Laiknya perjodohan umumnya, Donita memang tak pernah membayangkan menjadi pasangan hidup Adi Nugroho. Dulu saat berkenalan, ia dan Adi kebetulan sama-sama jadi bintang tamu sebuah acara di televisi. Dari situ, mereka iseng saja berbincang saat break syuting. Tukar nomor telepon, dan kemudian, lenyap begitu saja.

“Karena memang kita enggak punya feeling apa-apa. Tetapi belakangan Adi cerita, ia seperti melihat cahaya putih saat berkenalan dengan aku,” kenang Donita. Cerita itu disampaikan Adi, ketika mereka akan menikah. Cahaya itu, oleh Adi diartikan Donita adalah jodohnya.

Padahal waktu yang dibutuhkan untuk kembali bertemu sejak pertemuan pertama adalah lima tahun. Saat itu Donita sibuk dengan urusan sendiri. Begitu juga Adi. Di pertemuan kedua, Donita sedang bersama sang mama. Entah kenapa, suatu ketika BlackBerry Adi di-invite oleh mamanya Donita.

“Dari situ, Adi nanya. Itu mama kamu ya? Nah, sejak itu pelan-pelan kita sering komunikasi. Tidak sampai setahun, akhirnya jalan bareng. Keputusan untuk serius, dari awal saya memang sudah ngomong sama mama. Konsultasi pribadi,” urai Donita.

Mamanya mendukung jika memang Adi sosok yang pas buat Donita. Bahkan Donita dilarang untuk main-main lagi. “Emang mau nambah koleksi mantan pacar?” kata Donita menirukan ucapan sang mama.

Langkah berikutnya relatif mulus. Dari pihak orang tua Adi juga tak ada kendala. Mereka menyiapkan sendiri segala keperluan menikah, termasuk pilihan untuk memakai adat internasional saat resepsi. Semua dibebaskan. Orang tua Adi dan Donita tak menyoal pilihan itu. Bagi Donita, yang penting kemantapan untuk bersama-sama mengarungi mahligai rumah tangga.

Apa yang membuat Donita jatuh hati pada Adi dan kemudian setuju diajak menikah? “Dia sosok yang bisa jadi teman, suami, dan kakak. Pokoknya komplet. Adi juga sosok yang cerdas. Saya juga melihat tanggung jawabnya. Bahkan jika banyak yang merasa tidak nyaman punya suami berprofesi di dunia yang sama, saya merasa nyaman saja,” kata Donita.

Ia tak lagi menjelaskan aktivitas di dunia hiburan yang kerap menyita waktu. Adi sudah bisa mengerti sendiri. Termasuk dirinya, yang juga tak perlu banyak tanya soal kegiatan Adi. Pokoknya tahu sama tahu. Pertemuan diatur setelah masing-masing sudah menyelesaikan tanggung jawabnya. “Simpel kan? Tidak perlu capai menjelaskan,” kata Donita.