×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 46

Menteri Hanif ingin ketiga buah hatinya jadi anak-anak yang baik dan hebat. Salah satu caranya, ia agak sedikit memaksa, agar anak pertamanya masuk pesantren setelah lulus SD. Hal ini untuk menanamkan nilai-nilai agama secara lebih optimal. Setelah lulus SMP, baru dibolehkan masuk SMA sesuai pilihannya. “Nah, anak kedua saya baru minta setelah SD ingin ke pesantren. Ingin ke Tebu Ireng, karena ia nonton film Sang Kiai,” kata Hanif.

Saleh mengenal Ika di suatu acara. Saleh jatuh hati pada mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta itu. Dengan usia yang sudah menginjak 30 tahun kala itu, politikus Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini mulai berpikir menjalin hubungan serius dengan perempuan. “Kebetulan begitu dikenalkan, saya langsung naksir. Ya sudah saya mengajak pacaran. Sekitar 4-5 tahun kami berhubungan,” kenang Saleh.

Sebagai menteri, Hanif memiliki program unggulan berupa percepatan kompetensi daya saing tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Juga perbaikan tata kelola Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Untuk Timur Tengah, sudah distop pengiriman TKW pekerja rumah tangga. Hal ini karena skema perlindungan hukum TKW di sana sangat carut-marut dan gajinya sedikit. Tapi kalau di luar Timur Tengah masih boleh. Misal ke negara-negara Asia-Pasifik.

Tak butuh waktu lama bagi Menteri Perindustrian Saleh Husin untuk jatuh cinta pada Andresca. Namun begitu, butuh waktu cukup lama bagi dirinya untuk memutuskan menikahi perempuan yang biasa disapa Ika itu. Kini, Saleh berharap di tengah aktivitasnya menjalankan tugas sebagai pembantu Presiden Joko Widodo, ia berharap keluarga tidak terbebani dengan jabatannya. Inilah romansa pernikahan Saleh Husin-Andresca.

Jika mengingat momen pertemuan pertama kalinya dengan sang istri, Menteri Hanif sering merasa tak habis pikir. Pasalnya, kala itu banyak yang mendekati Ifa, begitu Ma’rifatul Abdullah kerap disapa. Dari semua “peminat” Ifa, Hanif merasa dirinya yang paling banyak kekurangan. Ifa yang merupakan adik kelasnya, kebetulan sama-sama aktif di unit kegiatan mahasiswa (UKM) Teater Getar alias Gema Tarbiyah IAIN Walisongo, Salatiga. “Saya jadi aktor utama di teater. Termasuk jadi sutradara dan penulis naskah,” ujar Hanif.

Tahun 1979, Rae Sita menekuni pekerjaan baru sebagai Public Relations Manager Hotel Sahid Jaya. Pekerjaan tersebut ia tekuni sambil bermain film layar lebar. Rae Sita masih sempat membintangi Colak Colek, Bayang Bayang Kelabu, Wanita Segala Zaman, dan Di Ujung Malam.

Berbekal kepiawaian memetik gitar, Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri berhasil memikat Ma’rifatul Abdullah. Bekas aktivis ini bahkan kini meneruskan kesenangannya bergitar, dengan merilis album musik bertema cinta. Inilah romansa perkawinan Muhammad Hanif Dhakiri-Ma’rifatul Abdullah.

Sebelum dilarikan ke RS Kanker Dharmais oleh keluarganya, dan mengembuskan nafas terakhir, Rabu (20/5), Rae Sita punya kesibukan luar biasa. Di usianya yang hampir mendekati kepala tujuh, ia aktif menjalankan tugasnya di Kantor LSF, Gedung Film di Jalan Letjen. MT Haryono, Kav. 47-48, Pancoran, Jakarta Selatan. Rae Sita sudah menjadi anggota LSF selama empat periode.

“Saya akhirnya banting setir. Pokoknya saya harus kuliah. Saya tulis surat ke ibu minta uang. Dikirim 500 ribu rupiah. Tapi uang itu saya pakai untuk modal dagang atribut sekolahan. Saya datang ke Bandung, bilang duitnya kurang. Kalau sudah laku barangnya baru saya lunasi. Eh, mereka percaya saja,” papar Saleh.

Kamar V VIP berjajar di lantai 8 Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat. Suasana di selasar yang membelah deret kamar V VIP itu terasa sunyi, Rabu, 6 Mei lalu. Tiga karangan bunga warna-warni berukuran mungil berada di dekat pintu Kamar V VIP 2. Pada setiap kartu yang terselip di karangan bunga, tertulis ucapan semoga lekas sembuh berikut nama pengirim. Ucapan tersebut ditujukan untuk Rae Sita Supit, penghuni Kamar V VIP 2.

Keberhasilan Saleh Husin sebagai pengusaha kemudian politikus, dilalui lewat jalan terjal. Ia mulai merintis bisnis sejak masih SD. Saleh jualan kue di Rote, Nusa Tenggara Timur, kampung halamannya. Kebetulan ibunya membuat kue untuk tambahan penghasilan. Setiap sore, Saleh ikut mengedarkannya keliling kampung. Keuntungan dari jualan kue dipakai untuk tambahan biaya hidup dan biaya sekolah. Praktis, dari kecil Saleh sudah terbiasa kerja keras. Motivasinya tinggi untuk maju.

Rae Sita lahir di Brisbane, Australia, 1 Juni 1945. Putri pasangan RM. Wacyo asal Wonosobo, dan Jean Duancan asal Skotlandia menghabiskan masa remajanya di Indonesia. Dalam buku Apa Siapa Orang Film Indonesia 1926 – 1978, ia pernah menjadi penari Bali di Istana pada zaman Sukarno.