Sekretaris Jenderal PWI Pusat Hendry Ch Bangun menjelaskan perihal verifikasi media massa yang menjadi banyak perbincangan saat ini.  Hendry yang juga anggota Dewan Pers menjelaskan, verifikasi media massa adalah hasil tindak lanjut dari piagam Palembang tahun 2010. Saat itu, ada 17 kelompok media yang berjanji akan mengikatkan diri dengan 4 peraturan Dewan Pers.

Sekjen PWI Pusat Hendry Ch Bangun memberikan buku berjudul "Bersatu Manggurebe Maju" kepada Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua dan forum pimpinan daerah Maluku di acara pembukaan Pameran HPN dan Maluku Expo, di Lapangan Merdeka Ambon, Senin, (6/2).

Dunia politik dan hukum tanah air dibuat terkejut dengan tertangkapnya Patrialis Akbar lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tak ada yang menyangka lantaran jabatannya sebagai hakim di Mahkamah Konstitusi. 

Pemerintah Kota Ambon menggelar acara jamuan makan malam dan ramah tamah untuk para panitia dan peserta Hari Pers Nasional (HPN) 2017 di gedung Baileo Oikumene, Senin (6/2).

Nama Patrialis Akbar mungkin tidak akrab di telinga para pecinta infotainment, namun di ranah politik dan hukum dia tersohor. Patrialis merupakan hakim Mahkamah Agung yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berikut fakta-fakta seputar dirinya.

Kabar mengejutkan datang dari dunia hukum Indonesia. Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar dikabarkan tertangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di sebuah daerah di Jakarta. 

Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK menerangkan Patrialis diduga menerima suap 200 ribu dolar Singapura dari pengusaha Basuki Hariman untuk mengabulkan permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Patrialis ditangkap di Grand Indonesia Jakarta, bersama dua wanita, Rabu (25/1) malam. Belakangan diketahui mereka adalah Anggita Eka Putri dan ibunya.

Sungguh mengejutkan. Hakim konstitusi Patrialis Akbar, tadi malam, Rabu (25/1/2017), terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan ini diduga kuat terkait dengan kasus di lembaga hukum. Demikian yang disampaikan Ketua KPK Ags Rahardjo.

Kasus dugaan suap Patrialis Akbar menjadi perhatian masyarakat. Dia terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin, Kamis (26/1/2017). Bukan hanya kedudukan Patrialis sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi saja yang membuat peristiwa ini menarik. Kasus tersebut juga menyeret nama perempuan cantik Anggita Eka Putri. Siapa dia?

Buat Anda yang gemar sepak bola dalam negeri, nampaknya nama Vitor Saba cukup lekat di telinga. Pria asal Brasil ini disebut-sebut bakal memperkuat klub bola dari Bandung itu. Namun bukan perkara kepiawaiannya menggocek 'si bundar' di lapangan yang bikin banyak wanita jatuh hati. Melainkan gaya keren Saba nan menggoda.