Kunjungan Kerja Komisi V DPR-RI ke Polandia

Fokus
Typography

 

C&R Digital -- Komisi V DPR·RI melakukan kunjungan kerja ke Polandia dalam upaya mencari alternatif maupun peluang pemanfaatan teknologi industri transportasi dan manajemen transportasi di Polandia bagi pembenahan dan modernisasi sektor transportasi di Indonesia.

Mengutip siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (25/8), selama kunjungan kerja ke Polandia delegasi Komisi V DPR-RI telah menyusun sejumlah agenda kunjungan lapangan bersama Kedutaan Besar RI Warsawa. Antara lain, pertemuan dengan Ursus, perusahaan manufaktur bis kota yang memakai bahan bakar asal fosil fuel maupun hybrid dan full listrik. Juga pertemuan dengan wakil Menteri Ekonomi Maritim, Otoritas Pelabuhan Gdansk dan Direksi industri galangan kapal terbesar di Polandia, Remontowa.

Dalam pertemuan pertama dengan Wakil Presiden perusahaan Ursus, Delegasi Komisi V DPR-RI mendapat penjelasan mengenai Ursus, salah satu perusahaan tertua Polandia yang berpengalaman 120 tahun dalam produksi berbagai jenis bis dan alat pertanian.  Di hadapan delegasi Komisi V DPR-RI, Ursus menyampaikan keinginan kuatnya untuk masuk ke pasar Indonesa. 

Mengingat Indonesia merupakan salah satu Negara yang menyepakati Paris Climate Environment agreement Ursus menawarkan bis full electric maupun hybrid yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia, hal mana disambut antosias oleh seluruh anggota Dewan yang hadir. Atas persyaratan yang diajukan anggota delegasi, Ursus juga menyampaikan kesiapan untuk berinvestasi dan alih teknologi dengan mitra dari Indonesia.

Pada awal pertemuan Dubes RI Warsawa Peter F. Gontha menjelaskan mengenai potensi Polandia.  Selama ini potensi Polandia terutama di sektor industri transportasi belum dikenal oleh para pemangku kepentingan di Indonesia.  Melalui kujungan ini diharapkan DPR-RI dapat menyampaikan sejumlah potensi dan peluang kerjasama yang ada di Polandia kepada pihak-pihak pengambil keputusan di Indonesia, swasta maupun pemerintah. Lebih lanjut dijelaskan bahwa barang dan teknologi yang ditawarkan Polandia dari segi harga lebih murah dibandingkan teknologi serupa dari negara-negara maju lainnya dan memiliki kualitas sangat baik sesuai standar kesepakatan Uni Eropa.

Menurut ketua delegasi, yang juga adalah wakil ketua komisi V DPR, Michael Watimena dan Lazarus Msc., peningkatan kerja sama dengan Polandia saat ini merupakan momentum yang tepat karena negara ini berkembang pesat di bidang ekonomi maupun penguasaan teknologi.  Posisi strategis Polandia yang berada di tengah Eropa dan kemajuan pembangunan infrastrukturnya juga berkontribusi besar bagi pertumbuhan dan pembangunan negara ini dan bisa dijadikan pusat konektivitas hubungan maritim Indonesia dengan Eropa tengah.

Bagi Indonesia, menurut Gontha, dengan posisi strategis tersebut Polandia dapat menjadi hub penting, bukan hanya ke kawasan Eropa Tengah tapi juga negara Skandinavia dan Baltic.

Untuk meningkatkan konektivitas antara Indonesia dan Polandia, Kedutaan Besar RI Warsawa mengharapkan terjadinya kerja sama antara Garuda Indonesia dan LOT Polish Airlines dalam rencana pembukaan penerbangan komersial reguler dan peningkatan turisme dari bagian Eropa tengah dan utara yang mempunyai pendapatan GDP per kapita tertinggi di dunia.

Kunjungan pada hari berikutnya  dilakukan di kota pelabuhan Gdanks, yang berjarak sekitar 600km dari ibukota Polandia, Warsawa, yang ditempuh dengan kereta cepat, "Pandolino", dalam waktu 2 jam 40 menit. Pengalaman ini, menurut anggota delegasi, dari komisi V, yang membawahi bidang transportasi, adalah sangat penting, mengingat Indonesia dibawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, pada saat ini sedang giat-giatnya membangun infrastruktur konektivitas dinegara kita.

Di Gdanks delegasi meninjau pembangunan pelabuhan yang sangat modern dengan perencanaan yang detil  dimana pertanyaan mengenai dwelling time yang hanya 12 jam, menjadi pertanyaan utama anggota delegasi. Kunjungan ke Galangan Kapal Remontowa, salah satu galangan kapal terbesar di Eropa, juga dilakukan dalam rangka mencari alternatip pembangunan kapal Ferry dan Roro untuk menunjang program pemerintah dalam meningkatkan hubungan antar pulau sejalan dengan Tol laut / Maritim yang menjadi prioritas pemerintah.

Kapten Sihombing, salah satu anggota delegasi yang sangat mengerti dan berpengalaman langsung dan paham dalam bidang dunia kemaritiman terkesan dengan kapabilitas tehnis Remontowa.  Menurut anggota komisi V, ini adalah salah satu perjalan dan pengalaman yang sangat mengesankan dan akan dijadikan masukan bagi pemerintah dalam membangun Indonesia yang memerlukan konektivitas terpadu.

Kontribusi terbesar terhadap PDB Polandia juga adalah sektor pertanian, industri, dan pertambangan.  Di bidang teknologi, negeri ini sudah mencatat kemajuan pesat.  Polandia memiliki pabrik baja, industri barang modal, industri alat berat, industri peralatan kesehatan, alat transportasi, perkapalan dan persenjataan.  Dengan luas wilayah seluas  312.679 km persegi, pertanian negeri ini maju pesat dan menjadi gudang agrikultur Eropa. Produk ekspor utama Polandia lainnya adalah mesin dan alat transportasi, barang produksi setengah jadi, aneka produk makanan dan makanan hewan ternak.

Menurut Dubes Gontha, kali ini ia sangat senang dan bangga dengan kedatangan delegasi DPR-RI yang juga mengutamakam memakai pesawat milik perusahaan Penerbangan Nasional kita, Garuda Indonesia, langsung dari Jakarta melalui Amsterdam dan KLM yang memakai Code Share Garuda, meski alternatip perusahaan penerbangan lain cukup banyak.

Ketika ditanya kepada anggota delegasi mengapa memakai Garuda jawaban dari para anggota hampir unison: "Lho, kan ini perusahaan penerbangan Nasional, Flag Carrier kita, dan kita wajib mendukungnya, dimana dan kemana ada Garuda pasti airline ini yang kami pakai, lagi pula kita kan komisi V yang membawahi transportasi", hal mana membuat Dubes Peter Gontha tersenyum mengangguk menunjukan kesepakatannya dengan pernyataan tersebut.