Penentuan Awal Puasa

Fokus
Typography

C&R Digital - Organisasi masyarakat terbesar, Nahdlatul Ulama (NU) menentukan permulaan bulan Qomariyah (Hijriyah) pada awalnya hanya menerapkan metode rukyatul hilal atau melihat bulan secara langsung. Namun dalam perkembangannya mereka juga mengombinasikan dengan rukyat berkualitas dan dukungan hisab yang akurat. NU telah melakukan redefinisi hilal dan rukyat menurut bahasa, Alquran, As-Sunnah dan menurut sains sebagai landasan dan pijakan kebijakannya dalam penentuan awal Ramadan, dan jatuhnya hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Bagi NU, kapan awal Ramadan berlangsung harus menunggu hasil dari rukyat, meskipun dalam kalender-kalender NU, mereka sebenarnya juga telah menentukan awal Ramadan berdasarkan hasil hisab. Sikap NU ini sejalan dengan sikap pemerintah.

Sementara Muhammadiyah menerapkan penentuan awal bulan menggunakan metode hisab, meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan proses rukyat. Alasannya, berdasarkan perkembangan iptek dan pola kehidupan masyarakat maka pelaksanaan rukyat dilakukan dengan menggunakan hisab. Dengan metode hisab dari Muhammadiyah ini maka dianggap sudah memasuki bulan baru manakala sudah dapat dilihat wujudul hilal atau nampaknya bulan baru setelah terbenamnya matahari.

Namun, tak cuma Muhammadiyah dan NU saja yang sering tidak sama dalam menentukan awal puasa. Beberapa penganut Islam Kejawen, atau pengikut tarekat-tarekat juga sering berbeda dalam menentukan awal puasa.

Islam Kejawen Alif Rebo Wage atau Aboge misalnya. Mereka mempunyai cara tersendiri untuk menentukan kapan dimulainya puasa. Jika Muhammadiyah menggunakan hisab atau perhitungan dan Nahdlatul Ulama menggunakan rukyat, maka kaum Islam Kejawen Aboge menggunakan almanak Jawa untuk menentukan awal puasa.

Jamaah An-Nadzir, Makassar, punya cara lain lagi. Mereka menentukan awal Ramadhan dengan melihat tanda-tanda alam. Menurut Ulama Jamaah An-Nadzir Ustad Lukman, indikasi 1 Ramadhan dilihat dari tanda-tanda alam, yakni hasil intaian bulan pada bulan Sya'ban. Intaian bulan sangat penting untuk menentukan akhir pada bulan Sya'ban. "Akhir bulan Sya'ban adalah awal dari Ramadhan, dapat kita temukan dengan sempurna dengan melihat bulan," kata Ustad Lukman, juru bicara Jamaah An-Nadzir.

 

BACA JUGA : 

Cinta Di Pangkuan Himalaya: Serial Drama Romatis Terbaru ANTV

Rinni - Jevin Siapkan Resepsi Kedua di Medan

Mengenal Sosok Ketua Majelis Hakim Yang Memvonis Ahok Dua Tahun Penjara