"Ziarah" ke Kota Kelahiran Pendiri Panasonic di Wakayama

Fokus
Typography

 

Catatan ringan : Ilham Bintang & Gannet GP

C&R Digital -- Shirahama, Wayakama, Jepang, menjadi daerah pertama yang dikunjungi delegasi  "Panasonic Gobel Awards Amazing Japan Trip 2017"  (PGA) yang dipimpin Rachmat Gobel, Jumat (24 Februari s/d 4 Maret).   Begitu tiba, Sabtu ( 25/3) pagi, dengan pesawat Garuda di Bandara Kansai Osaka, delegasi langsung ke Shirahama, bagian dari Wakayama.

Ini bukan kebetulan. Memilih kunjungan pertama  ke Wayakama boleh dikatakan semacam "ziarah" ke daerah asal Matsushita, pendiri Panasonic hampir satu abad lalu (1918). Apalagi, delegasi PGA kali ini tidak hanya artis insan pertelevisian seperti biasanya, tetapi juga disertai puluhan pengusaha dealer dan distributor Panasonic di Indonesia.

Mereka -- para dealer Panasonic-- yang puluhan tahun jadi ujung tombak pemasaran pelbagai macam produk Panasonic di seluruh Indonesia merasa perlu juga "sowan" ke daerah kelahiran leluhur Panasonic.

Dari kalangan artis dan insan televisi yang ikut dalam delegasi adalah pasangan Donna Agnesia-Darius Sinathrya, Irfan Hakim-Della Sabrina Indah Putri, Indra Bekti-Aldilla Jelita, Farhan, Okki Lukman, Nico Siahaan, Jeremy Teti, Karni Ilyas, Indra Yudhistira, Opa ‘Dahsyat’, dan Andriy TVOne.

Prefektur Wakayama terletak di Semenanjung Kii, semenanjung terbesar di Jepang, di daerah Kansai di tempat Osaka dan Kyoto berada.

Beriklim hangat dan mempunyai fitur alam yang berlimpah, menghasilkan buah-buahan (termasuk jeruk mandarin, kesemek Jepang, dan ume : buah seperti aprikot)  yang lebih banyak dibanding daerah-daerah lainnya di negara Matahari terbit itu. Daerah ini juga mencatat perkembangan industri pertanian, perikanan, dan kehutanan, termasuk makanan laut segar seperti tuna dan cakalang.

Gubernur Wakayama menyambut istimewa delegasi PGA. Selama di Shirahama dan Wakayama City, delegasi didampingi model cantik sekaligus bintang iklan Wakayama, Miss Saki Hontani dan Memi Hasegawa yang menjadi manager dan make up artis sang model.

Hari pertama delegasi berkunjung ke Kuroshio Market menyaksikan pertunjukan tuna cutting show  yang mengesankan. Kuroshio dikenal sebagai pasar tradisional yang menjual aneka seafood segar dari perairan Wakayama. Di dalam pasar banyak kios yang menjual aneka hasil laut.

Kunjungan kemudian berlanjut ke Neon Kinokuni, menikmati acara strawberry picking (memetik buah stroberi). Ini pengalaman yang menyenangkan. Delegasi belajar cara memetik yang benar dan menikmati stroberi hasil petikan sendiri sepuasnya. Stroberi Wayakama rata-rata berukukuran besar dan manis.

Menjelang matahari terbenam delegasi memanfaatkan momentum untuk berfoto-foto dengan latar belakang Engestu to Island yang unik.

Pulau Engetsu terletak di teluk kecil Rinkai. Nama resminya Takashima. Ukurannya 130 meter dari utara ke selatan, 35 meter dari timur ke barat, dengan tinggi 25 meter. Ini adalah gua, dengan lubang seperti bulan purnama di tengah laut. Karena itu, pulau ini diberi nama Engetsu yang bermakna pulau bulan penuh alias purnama. Pulau Engetsu adalah satu dari seratus tempat terbaik untuk melihat matahari terbenam di Jepang.

Gaya Tradisional Jepang

Semalam menginap di Shirasama melengkapi pengalaman yang mengesankan bagi delegasi karena sekaligus bisa merasakan sejenak menjadi orang Jepang. Delegasi menginap di Musashi Hotel Shirahama, yang seluruh kamarnya beralaskan “tatami” atau tikar yang terbuat dari alang-alang dan kain, serupa dengan rumah di film Doraemom.

Acara makan malam pun dirancang ala Jepang. Semua delegasi memakai “Yukata” yang selama ini  kita sebut kimono.

Dalam kesempatan itu delegasi PGA menyerahkan Piala Panasonic Awards kepada Mr. Ichiro Takase, Director General Planning Department Wakayama Prefectural Government dan para Top Dealer Panasonic Indonesia sebagai cinderamata. Piala Panasonic itu diserahkan secara simbolik oleh artis Darius Sinathrya kepada Hartono Suprapto mewakili seluruh dealer dan distributor Panasonic di Indonesia.

 

Sandanbeki Rock Cliff

Pagi hari rombongan menuju Wakayama City, pusat dari Prefektur Wakayama. Di perjalanan rombongan singgah Sandanbeki Rock Cliff, yang merupakan formasi alam batuan karang dan gua yang menakjubkan. Rombongan diajak turun ke kedalaman 36 meter dengan menggunakan lift.

Gua ini memanjang di bawah bagian dasar dinding batu yang panjangnya sekitar dua kilometer, dengan tinggi 50 meter. Di dalam gua, rombongan menyaksikan pemandangan dinamis ombak menghantam dinding batu bagian dalam. Di sana terdapat batu yang disebut “Shiofuki-iwa” (batu menyembur). Di bawah batu ada rongga yang terisi air, sampai akhirnya air itu menyembur dari lubang pada batu, sebuah pemandangan yang benar-benar langka.

Di dalam gua berdiri patung raksasa dewa air bernama “Muro-dai-benzaiten.” Beberapa abad silam para bajak laut biasa menyembunyikan kapal mereka di sana.  Sekarang gua itu berisi replika persenjataan yang berhubungan dengan para bajak laut.

Setelah menikmati keindahan laut dan batuan, trip dilanjutkan ke Yuasa Town untuk menyaksikan proses pembuatan kecap asin (soy sauce) yang terkenal sejak lebih dari seabad silam.

Selain menyaksikan proses pembuatan secara langsung, delegasi mendapat kesempatan mencoba kecap dengan beragam rasa dan aroma yang dicampur dengan ice cream.

Kishi Station

Trip selanjutnya ke Kishi Station. Pemandangan di sini tak kalah unik. Stasiun ini punya master (semacam kepala stasiun) seekor kucing bernama Nitama. Dia menggantikan pendahulunya, Tama yang meninggal pada 22 Juni 2015.

Tama mendapat perhatian media massa setelah dilantik sebagai kepala stasiun Kishi pada 5 Januari 2007. Kucing betina ini disebut-sebut sebagai superstar di dalam dan di luar Jepang, yang berkontribusi besar dalam mempromosikan pariwisata di Wakayama.

Sebelum menjadi kepala stasiun, Tama -- bersama kucing betina bernama Chibi dan Miiko -- adalah peliharaan pemilik kios Koyama, di stasiun Kishi yang dijadikan pemikat orang untuk naik kereta api.

Wakayama bukan hanya itu. Secara obyektif  Wakayama juga merupakan tempat sumber air panas unggulan di Jepang. Banyak dari sumber-sumber air panas terletak di dekat gunung, sungai, dan samudera, dan tempat-tempat tersebut dikunjungi banyak wisatawan.

Koyasan, Kumano Sanzan (Tiga Kuil Shinto Besar Kumano), dan rute ziarah yang menghubungkannya telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh Unesco, pada 7 Juli, 2004, juga merupakan daya tarik yang terkenal untuk para wisatawan. Jika wisatawan berencana untuk mengeskplorasi keindahan alam Jepang, Wakayama adalah jawabannya.

Di akhir kunjungan Gubernur Wakayama  Nisaka San menjamu makan malam resmi delegasi di Ballroom Hotel Granvia Wakayama, Minggu (26/3) malam.

Rachmat Gobel dalam sambutannya menyampaikan rasa puas  seluruh anggota delegasi selama berada di Wakayama. Kepuasan itu secara khusus dirasakan oleh seluruh dealer dan distributor Panasonic di Indonesia karena niatnya berkunjung ke daerah asal Matsushita San, pendiri Panasonic, terkabul. "Selain itu yang memesona delegasi adalah keindahan alam dan keramahan warga Wayakama menyambut kami," ungkap mantan Menteri Perdagangan RI itu.

Gubernur Wayakama tak kalah gembiranya. Nisaka San mengundang kembali delegasi berkunjung ke Wayakama untuk menikmati dapat menikmati lebih banyak keindahan di daerahnya.

Acara hiburan malam itu menampilkan atraksi angklung yang melibatkan seluruh hadirin. Dirigen Lia dari Sanggar Ujo Bandung menyajikan beberapa lagu yang mendapat sambutan  gegap gempita seluruh hadirin. Acara makin seru dengan atraksi artis Indra Bekti, Irfan Hakim dan Okki Lukman, selain menyanyi mereka juga melawak.