Pesan Kebudayaan Dalam Trip Panasonic Gobel di Jepang

Fokus
Typography

 

C&R Digital -- Gubernur Perpektur Yamanashi, Jepang, Mr Hitashi Goto, Jumat (3/3) siang menyerahkan surat kepercayaan  Duta Yamanashi kepada pengusaha terkemuka Indonesia Rachmat Gobel. Acara itu  sekaligus mengakhiri lawatan resmi  delegasi "Panasonic Gobel Awards Amazing Japan Trip 2017"  selama sepekan di Jepang (24 Februari - 4 Maret)  yang dipimpin langsung oleh mantan Menteri Perdagangan itu.

Rombongan Panasonic Gobel Awards (PGA) 55 orang, terdiri dari para pengusaha dealer/distributor Panasonic di Indonesia dan puluhan insan televisi peraih PGA. Insan televisi yang ikut rombongan antara lain artis pasangan Donna Agnesia dan Darius Sinatrya, Indra Bekti, Irfan Hakim, Farhan, Okki Lukman, Nico Siahaan, Jeremy Tety, Karni Ilyas, Indra Yudhistira, Opa Dahsyat, Andriy TVOne.

Siang itu Gubernur didampingi putrinya, Erena Goto, sarjana komunikasi strata dua lulusan Universitas Indonesia. Erena yang  cantik dan fasih berbahasa Indonesia, cepat  familiar dengan delegasi PGA.

 

Donna-Darius

Surat kepercayaan kepada Rachmat Gobel yang juga merupakan Utusan khusus Presiden RI untuk Jepang tersebut disampaikan dalam acara jamuan makan siang resmi menyambut delegasi Panasonic Gobel Awards Amazing Japan Trip 2017, di komplek Winery. Yamanashi memang merupakan penghasil anggur terbaik dan terbesar di Jepang.

Selain Rachmat Gobel, pasangan artis Darius Sinatrya dan Dona Agnesia juga mendapat surat kepercayaan sama sebagai Duta Yamanashi. Bulan Maret-April ini Yamanashi akan menyelenggarakan sejumlah peristiwa kebudayaan. Gubernur sangat mengharapkan delegasi PGA bisa datang kembali ke Yamanashi untuk ambil bagian dalam serangkaian kegiatan kebudayaan di sana.

Di akhir jamuan, Gubernur Yamanashi dan Rachmat Gobel bertukar cenderamata. Gubernur menyerakan foto Gunung Fuji yang berukuran besar dalam bingkai kaca. Sedangkan Rachmat Gobel didampingi Karni Ilyas menyerahkan patung sepasang penari Bali dalam ukuran besar yang terbuat dari koin perunggu.

Selama trip PGA di Jepang, ada dua gubernur yang menyambut delegasi secara resmi. Sebelumnya, Minggu (26/2) malam, delegasi dijamu makan malam resmi oleh Gubernur  Perpektur Wakayama, Mr Nisaka di Ballroom Hotel Granvia Wakayama. Perfektur Wakayama adalah tempat kelahiran Matsushita, pendiri Panasonic.

"Para pengusaha, distributor Panasonic ini bersemangat sekali berkunjung ke Wakayama, karena ini daerah asal pendiri Panasonic," kata Rachmat Gobel dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan meriah.

Rachmat Gobel juga menyambut baik Gubernur Wakayama yang mengharapkan Indonesia - Jepang makin mempererat persahabatan. Dalam acara  itu delegasi PGA mempersembahkan

"konser angklung" yang melibatkan seluruh tamu. Konser itu dipimpin langsung oleh Lia dari Sanggar Ujo Bandung.

Gubernur Perpektur Wakayama dan Rachmat Gobel juga bertukar cendramata. Rachmat menyerahkan kenang-kenangan patung sepasang penari Bali berukuran besar yang terbuat dari koin perunggu.

 

Misi Budaya

Trip PGA kali memang sarat dengan misi kerjasama persahabatan kedua bangsa  di bidang kebudayaan, pariwisata, dan industri. Rachmat Gobel merancang sendiri tempat tujuan trip supaya seluruh delegasi dapat menyerap nilai-nilai dasar dari keberhasilan bangsa Jepang. Salah satu nilai itu adalah filosofi Monosukuri, yaitu bagaimana dalam diri seorang Jepang selalu menciptakan hasil kerja dan karya yang terbaik.

 

Berkat Kue Kaya Raya

Salah satu kunjungan yang berkesan adalah kunjungan ke pabrik kue Chateraise yang produksinya menguasai pasar Jepang, dan bahkan sudah lama memasuki pasar di mancanegara.

Lokasi pabriknya di tengah hutan di daerah Yamanashi. Dengan begitu mereka mendapatkan bahan-bahan berkualitas, seperti air jernih dari  gunung, dan susu sapi dari peternakan yang dikelola oleh mitra mereka di sana.

Di komplek pabrik Chateraise, delegasi PGA  dijamu di sebuah ruangan yang dikelilingi pemandangan berbagai mesin pabrik kue yang tengah proses berproduksi. Rombongan dijamu langsung oleh suami istri Hiroshi Saito, pemilik Chateraise.

Usia Saito yang 83 tahun tampak amat bugar, masih bisa berlari menaiki tangga. Saito membuka usahanya saat berusia 19 tahun. Berkat ketekunannya yang luar biasa dan tak pernah berhenti berinovasi, Saito kini termasuk pedagang kue yang kaya raya di dunia.

Dari hasil bisnis kuenya Saito  memiliki belasan hotel bintang lima di berbagai kota besar Jepang, serta belasan lapangan golf. Kendaraannya sehari-hari mengontrol bisnisnya di seantero Jepang adalah helikopter. Dan, private jet jika bepergian ke mancanegara mengontrol outlet kuenya. Ia masih sering menyetir sendiri mobil Lamboghininya.

Tapi, jangan salah, sosok dan sikap Saito tetap sederhana. Siang itu ia dan istri aktif melayani tamu-tamunya. Ia juga masih mampu tertawa terbahak-bahak ketika menikmati penampilan Indra Bekti, Farhan, Irfan, Dona Agnesia, Nico Siahaan dan Okki saat tampil menyanyi dan mengocok perut semua hadirin.

Tertarik oleh filosofi bisnisnya, terutama produk kuenya yang berkadar gula rendah,  Rachmat Gobel pun menjalin kerjasama bisnis dengan Saito untuk pemasaran Chateraise di Indonesia. "Tapi ada catatannya, mereka harus membantu perbaikan kualitas kue tradisional kita, seperti dodol, dan memasarkannya di Jepang dan mancanegara. Itu dasar kerjasamanya," kata orang nomer satu di Panasonic Gobel ini.

 

Panasonic Center

Yang juga mengesankan saat rombongan mengunjungi Panasonic Center di Tokyo, kantor pusat raksasa  industri elektronik Panasonic. Industri yang dibangun oleh Matsushita pada tahun 1918.

Di Panasonic Center, rombongan diperlihatkan sejarah perkembangan Panasonic sejak dirintis pertama kali, hingga pengenalan ratusan produk mutakhir dan yang masih dalam perencanaan untuk dilaunching pada tahun 2020. Produk-produk itu mereka riset sejak sepuluh tahun lalu. Produk padat teknologi yang meliputi kebutuhan kantor dan perumahan.

Delegasi juga mengunjungi kantor  pusat Waku-Waku Channel yang konsentrasi bisnisnya menyediakan satelit untuk kebutuhan industri. Di Indonesia Waku-Waku Channel yang siaran sejak 2013 sudah cukup dikenal di Indonesia dengan program anak-anak dan wisata kulinernya.

 

Gunung Fuji

Kamis  (2/3) malam dua hari sebelum kembali ke Tanah Air, delegasi menginap di Hotel La Vista, resort terbaik di Kawaguchi yang berlokasi tidak jauh dari kaki Gunung Fujiyama.

Beruntung Jumat pagi cuaca di Kawaguchi cerah sehingga rombongan dapat menyaksikan keindahan Gunung Fujiyama, yang merupakan ikon paling terkenal Jepang. Bertebaran spot menarik untuk jadi obyek foto.

 

Wisata Kuliner

Trip PGA ke berbagai negara sebenarnya sudah berlangsung sejak akhir tahun 1990 an. Jepang sendiri merupakan trip kedua. Trip tidak  melulu berisi acara formal, PGA juga identik dengan wisata kuliner di berbagai negara, Eropa, Amerika, Asia. Rachmat Gobel juga merancang sendiri pilihan makanan khas tiap negara yang dikunjungi.

Namun, kuliner yang akrab di lidah orang Indonesia memang  masakan khas Jepang. Trip PGA 2017 ini mencicipi hampir seluruh makanan khas dan lezat Jepang. Yang paling heboh di  malam terakhir, saat rombongan makan malam di resto Ina Kaya di kawasan Roppongi, Tokyo.

Menu utama resto ini  seafood yang disajikan secara unik. Tamu resto seolah berada di atas kapal nelayan penangkap ikan. Kokinya pun berpakaian nelayan dan mengantarkan makanan dengan sauh ke meja masing-masing. Jadi selain makanannya yang maknyus juga cara penyajuannya yang  menakjubkan. Maka,  artis seperti Indra Bekti, Irfan, Donna, Darius, Okki, Farhan, dan Nico Siahaan yang baru pertama kali mengunjungi resto itu, secara kompak dan spontan melontarkan kata : Amazing!

Maka tak salah jika  trip ini berjudul : Panasonic Gobel Awards Amazing Japan Trip 2017!