Tradisi Berpuasa di Berbagai Belahan Dunia: Gaza, Palestina

Fokus
Typography

 

 

C&R Digital - Meski sedang ditimpa musibah perang berkepanjangan, warga Gaza selalu menyambut bulan Ramadan penuh suka cita. Kegembiraan terlihat dari anak-anak yang menyerukan lagu "Ramadan telah tiba, Ramadan telah tiba". Bagi mereka, puasa adalah sebagai bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta.

Namun, Ramadan di Jalur Gaza selalu bertepatan dengan adanya pemadaman listrik yang telah terjadi selama tujuh tahun silam. Kondisi ini menjadi makanan sehari-hari warga Gaza terutama saat waktunya berbuka puasa, sholat Tarawih dan makan sahur. Mereka menjalaninya dalam keadaan gulap gulita.

Meskipun gelap, warga Gaza tetap menjalin silaturahmi dengan kerabat mereka, tetangga dan masyarakat setempat. "Kami pergi ke Masjid setelah berbuka puasa untuk menjalankan sholat Tarawih karena Ramadan adalah waktunya untuk beribadah, intensif membaca Al-quran, beramal dan berperilaku baik," kata Hasan Owda.

Dibalik semangat itu, banyak keluarga miskin dan anak yatim yang menderita karena di bulan ini mereka harus mengeluarkan banyak biaya seperti membeli makanan yang banyak saat berbuka. Namun mereka berusaha untuk tenang menghadapi hal itu.