Zulkifli Hasan-Soraya, Ingin Jadi Dokter (4)

Fokus
Typography

 

 

C&R Digital - Jika ditanya soal cita-cita, Zulkifili mengaku tidak pernah bercita-cita jadi ketua MPR. Semuanya mengalir saja. Dulu malah cita-citanya jadi dokter. Keinginan itu tercuat saat duduk di bangku SMA. Zul pernah mendaftar di kedokteran Universitas Indonesia (UI). Tapi cita-citanya kandas, karena ia tidak lolos di UI. Zul lantas berubah pikiran dengan masuk ke Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana, Jakarta. Di kampus, ia juga belajar berbisnis.

Alasan ingin jadi dokter sederhana saja. Ibunya, Siti Zaenab, meninggal gara-gara pendarahan saat melahirkan dan hanya ditangani seorang bidan. Kala itu dokter susah didapat. Zul yang merasa bersalah, ingin hal itu tidak terjadi lagi. Sempat sedih, lantaran akhirnya gagal masuk kedokteran. Tapi ia segera move on. Tak baik berlama-lama meratapi kegagalan.

Bahkan setelah anak-anaknya lahir, cita-cita itu tak coba ia teruskan ke putra-putrinya. Mereka dibebaskan memilih bidang studi. Ada yang memilih ekonomi. Juga bidang kimia. Cuma untuk soal akademis, pria kelahiran 17 Mei 1962 ini terbilang keras. Ia ingin anak-anaknya semua serius sekolah. Berbagai les diberikan. Hasilnya, prestasinya lumayan menggembirakan.

Zul tertarik memasuki bidang politik, setelah sebagai pengusaha sudah merasa mapan. Tahun 1998 saat reformasi, Zulkifli merasa sudah waktunya untuk memikirkan masyarakat. Tidak hanya berorientasi pada kesejahteraan keluarga. Zul berbicara dengan sang istri. Setelah mendapat persetujuan, Zul langsung tancap gas. ”Saya berunding sama istri. Persiapan anak sekolah sudah cukup. Perusahaan berjalan dengan baik, jadi saya ingin berbuat sesuatu untuk masyarakat,” kata Zul.

Setelah jadi ketua MPR, ia tak ingin lagi jadi menteri atau anggota DPR. Tapi untuk mengincar kursi RI 1, pria kalem ini tak punya hasrat. “Mengalir saja, karena sebelumnya saya juga enggak pernah punya cita-cita jadi menteri dan ketua MPR. Dulu waktu Pak Amin nyalon jadi presiden, Pak Amin tanya kalau menang mau jadi menteri apa. Saya bilang, enggak pak. Saya cuma pesan kalau benar jadi presiden, perbaiki ekonomi. Kalau ekonomi baik, perusahaan pada maju, rakyat sejahtera,” jelas Zul.

Ia sempat kaget saat SBY menunjuknya jadi menteri. Apalagi menteri kehutanan. Bidang yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Istrinya juga sempat kaget. Tapi lantaran tugas, Zulkifli tak ada pilihan lain. Ia bersyukur, semua bisa diselesaikan dengan baik, tanpa ada masalah berarti.