Zulkifli Hasan-Soraya, Numpang Makan (2)

Fokus
Typography

 

 

C&R Digital - Zul bertemu dengan Soraya saat masih sama-sama duduk di bangku SMA. Kala itu ia tidak mengenal Soraya. Tapi bersama teman-temannya, ia punya kebiasan sengaja menghadiri acara ulang tahun orang, sekadar untuk ikut makan. Padahal tidak diundang. “Nah, satu ketika, dia ulang tahun. Saya sama teman-teman nekat saja masuk. Ya, sok kenal saja sambil ikut makan,” kenang Zul.

Ternyata Soraya adik kelasnya di SMA 53 Jakarta. Tetapi tak lama berselang, Soraya pindah sekolah. Hanya sebelum pindah sekolah, Zul dan Soraya sudah sempat berkenalan. Setelah pindah sekolah, hubungan keduanya semakin dekat. Karena Zul lebih sering bertemu, ia kerap menjemputnya. “Ya, cinta monyetlah. Kita terus berhubungan tanpa putus sambung,” kata Zul.

Lulus SMA, Zul sudah belajar bisnis alat-alat rumah tangga. Satu tahun setelah lulus SMA, ia bahkan sudah punya penghasilan lumayan. Jumlahnya bisa puluhan juta per bulan. Itu hasil yang sangat besar kala itu. Alhasil, sambil bisnis Zul kuliah. Ia membiayai sendiri kuliahnya. Lulus sarjana muda, Zul langsung menyunting Soraya saat usianya baru menginjak 24 tahun. Mereka menikah 30 Maret 1987 di Jakarta. Resepsi juga di Jakarta.

“Kita pakai adat internasional saat resepsi. Sedangkan waktu akad nikah pakai adat Betawi, ikut istri. Setelah menikah sempat tinggal di rumah mertua seminggu. Habis itu kita pindah ke rumah sendiri di Cipinang Indah. Sudah lengkaplah. Ada mobil juga, hehe,” ujar Zul.

Setelah menikah, baru Zul bisa melanjutkan ke jenjang sarjana. Ia juga mengambil program S-2 di Sekolah Tinggi Manajemen PPM. Sempat ingin mengambil program doktoral. Tetapi ia mendapat informasi dari teman, berat menempuh program tersebut. “Kata teman-teman, nanti bisa sering ngelamun. Ya sudahlah, sekarang cukup S-2 dulu,” ujar Zul.

Bagi Zul, kontribusi Soraya sebagai istri sangat besar dalam karier politiknya. Ia juga selalu menjaga kepercayaan istri, hingga rumah tangganya terbilang mulus. Godaan dari luar, memang kerap datang. Apalagi posisinya sebagai pengusaha sukses. “Tapi mau apalagi? Kalau dituruti enggak akan ada habisnya. Sedangkan saya punya istri cantik, setia, anak-anak juga. Jadi pikiran macam-macam itu selalu saya tepis,” yakin Zul.

Ia juga ingat bagaimana perjuangannya turun naik sebagai pengusaha. Soraya selalu mendampingi, ketika usahanya sedang turun. Bahkan saat sudah jadi pejabat publik, Soraya masih sabar ketika dirinya sering tugas keluar rumah . Berat lo jadi istri politisi. Kalau enggak kuat, bisa saja jebol kesabarannya. Tapi istri saya kuat,” kata Zul.