Zulkifli Hasan-Soraya, Cinta Pertama dan Terakhir Kali (1)

Fokus
Typography

 

 

C&R Digital - Berawal dari jalinan cinta monyet di bangku SMA, Ketua MPR Zulkifli Hasan akhirnya memutuskan untuk menyunting Soraya. Uniknya, mereka tak pernah putus sambung saat pacaran. Bisa dibilang, Soraya adalah cinta pertama dan terakhir, yang setia mendampinginya. Inilah romansa perkawinan pasangan yang kini dikaruniai empat anak dan tiga cucu itu.

Ada kebiasaan unik Soraya saat Zulkifli Hasan, suaminya, jadi menteri kehutanan di era pemerintahan Presiden SBY. Ia tak pernah mau dikawal ajudan. Ke mana-mana, jika tak ada mobil, naik bajaj pun jadi. Bahkan jika ke luar negeri, Soraya tak mau dijemput secara protokoler. Karakter ini sudah melekat dalam diri Soraya, sejak Zulkifli memutuskan untuk terjun ke dunia politik. “Alasannya enggak mau merepotkan,” kata Zul, saat ditemui di kompleks pejabat tinggi Widya Chandra, Jakarta, Jumat (29/5).

Kebiasaan sang istri ini bahkan masih terus berlangsung, setelah dirinya jadi Ketua MPR. Zulkifli sendiri mengaku nyaman dengan hal itu. Apalagi ia terus berbuat yang terbaik. Setelah jadi pejabat publik, kini perusahaan yang dibesarkan Zul dikelola anak nomor satu dan tiga. Zulkifli sudah tidak mengurus lagi. Termasuk sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), ia berencana membuat konvensi, untuk menjaring calon presiden dan wakil presiden di 2019 nanti. “Jadi tugas saya hanya membesarkan partai. Bukan menyasar jabatan tertentu,” kata Zul.

Zul berencana, jika sudah purna sebagai ketua MPR, ia ingin berkecimpung sebagai aktivis pendidikan. Memajukan pendidikan anak-anak muda. Tugas ini ia anggap sangat menantang. Untuk menjaga kebugaran, Zulkifli selalu menyempatkan diri joging. Kadang sendiri, satu saat bareng anak-anak. Jika tidak ada waktu untuk joging, ia main tenis di depan rumah dinas di Widya Chandra. Kalau benar-benar sempit, Zul main pingpong di kantor.

“Kalau longgar waktunya, baru saya main sepeda ke luar rumah,” tutur laki-laki asal Lampung ini. “Dulu saya sempat suka fitness. Tapi waktunya banyak terbuang, akhirnya saya tinggal. Sempat juga punya hobi memelihara burung. Sudah bagus kicaunya. Tapi waktu rumah saya kebanjiran, burung-burung saya mati. Jadi agak trauma. Habis itu enggak lagi memelihara burung,” tambah besan Amien Rais ini.