Film Athirah belakangan tengah rama diperbincangkan. Film yang terinspirasi dari kisah nyata ibunda Jusuf Kalla, menurut sang sutradara Riri Riza memiliki keistimewaan. Apa itu?

Sutradara Riri Riza mengangkat kisah Athirah ke layar lebar. Film ini merupakan drama keluarga dari kisah nyata perjalanan hidup almarhumah ibunda Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, yang berlatar budaya Bugis Makassar.

Christoffer Nelwan mendapat peran menantang di film Athirah. Ia didapuk memerankan Jusuf Kalla (JK) saat remaja. Christoffer jelas mengaku segan memerankan orang nomor dua di RI itu.

Cut Mini Theo tampil apik di film terbarunya berjudul Athirah. Di film garapan sutradara Riri Reza ini, Cut Mini berperan sebagai ibunda Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mini mengaku cukup kelelahan dengan karakter yang ia mainkan kali ini.

Cemen sebagai pemeran utama film Baper memperkenalkan trailer film perdananya kepada penggemarnya lewat event open mic. Cemen senang melihat respon penonton yang tertawa dan tidak Sabar menunggu film yang akan tayang pada 6 Oktober 2016.

Sebuah film berlatarbelakang budaya asli Bugis atau Makassar siap diproduksi PT Lacitra Sinetama.  Film itu berjudul Siri’ Na Pacce yang berarti mempertaruhkan atau menjaga harga diri dan kehormatan, rencananya akan memulai produksi, Januari 2017.

Kabar baik datang dari film Athirah, persembahan terbaru dari Miles Films yang disutradarai oleh Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana. Film yang memotret keluarga Indonesia dengan latar belakang Bugis Makassar dan didasari oleh kisah nyata Ibunda Jusuf Kalla ini, berhasil menembus sekaligus tiga festival film prestisius kelas dunia.

Sebuah film action pada masa kini membutuhkan fighting choreographer untuk menghidupkan adegan-adegan perkelahian supaya tampak nyata dan meyakinkan.  Demikian pula halnya dengan film terbaru karya Livi Zheng yang keseluruhannya berlokasi syuting di Los Angeles. Setidaknya ada 16 fighting scene dalam film tersebut. Untuk lebih menyempurnakan penggarapan film itu, Livi Zeng menggandeng Yayan Ruhiyan

Menilik judulnya  Mengejar Embun Di Eropa, pasti ada pertanyaan mengelitik,’kenapa mencari embun jauh-jauh sampai ke Eropa?’ Justru di sinilah letak kekuatan makna yang tersirat dari film yang di sutrdarai Haryo Sentanu Murti, skenarionya ditulis Haryo Sentanu Murti dan N Riantiarno, di produseri Pudentia MPSS, Jabatin Bangun, dan Prof. DR. Ir. Usman Rianse sebagai Executive Produser.