7 Manusia Harimau, Kitab 7 Jadi Rebutan

Film
Typography

 

C&R Digital - Ki Kembar berusaha mengambil Kitab 7 dari bawah bantal Gumara (Samuel Zylgwyn) yang sedang tertidur. Tetapi saat itu muncul Rindu (Cut Meyriska), sehingga ia berusaha menghalangi niat Ki Kembar. Dalam perkelahian itu Ki Kembar berhasil dikalahkan oleh Rindu, sehingga gagal merebut ‘Kitab 7’.

Sampai saat ini dalam cerita sinetron 7 Manusia Harimau, ‘Kitab 7’ merupakan kitab yang diperebutkan para pendekar. Kitab itu memang berisi tentang rahasia tujuh manusia harimau, jurus-jurus pencak silat yang mematikan, dan rahasia pengobatan yang ampuh.

Karsono Hadi, sutradara sinetron 7 Manusia Harimau saat ditemui di lokasi syuting sinetron 7 Manusia Harimau di Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (13/5) mengungkapkan, disebut Kitab 7, karena melambangkan filosofi yang tinggi. Angka 7 merupakan angka ‘keramat’. Baik dalam ajaran agama Islam, Kristen, Fengshui, maupun filsafat Jawa.

Dalam ajaran agama Islam, Allah menggunakan angka 7 dalam menyebutkan ‘Allah telah menciptakan 7 lapis langit’.

“Surat Al Fatihah juga terdiri dari 7 ayat, sehingga sering disebut surat 7 yang dibaca berulang-ulang,” kata Karsono Hadi.

Orang yang sedang melakukan ibadah haji maupun umrah melakukan tawaf, yaitu gerakan mengelilingi Kakbah sebanyak 7 kali putaran. Demikian pula ketika melontarkan batu jumrah, dilakukan sebanyak 7 kali.

Kaum Nasrani memahami, Tuhan mengatakan telah menciptakan langit dan bumi terdiri dari 7 lapisan.

Dalam Fengshui, angka 7 digunakan untuk melambangkan kejayaan masa lalu. Dan diyakini dari filsafat Jawa, angka 7 digunakan untuk melambangkan petualangan. Sementara Suku Maya juga mempunyai keyakinan ada 7 lapis langit dan ada 7 penjuru mata angin.

Jadi, kitab itu disebut ‘Kitab 7’, untuk melambangkan kitab itu sangat berguna di dunia persilatan. Para pendekar dari semua golongan mengakui “kebesaran” ‘Kitab 7’. Sehingga mereka pun saling berebut.

Tema ‘Kitab 7’, membuat konflik cerita tambah gereget. Sebagai sinetron stripping, 7 Manusia Harimau kini menjadi salah satu primadona di layar RCTI. Aksi laga di sela-sela drama bukan saja menjadi penarik utama sinetron produksi SinemArt Productions ini. Tetapi juga konflik-konflik yang memperkaya cerita.