“Aku Anak Indonesia,” Saling Menerima Perbedaan

Film
Typography

 

SinemArt Productions - Aku Anak Indonesia

C&R Digital - Saling menghargai dan menerima perbedaan, terbalut lewat kisah persahabatan di sinetron perdana karya SinemArt Productions, Aku Anak Indonesia. Sinetron stripping ini hadir pertama kali di layar RCTI, Senin (27/4), pukul 18.30 WIB.

Sutradara Subakti IS, menerjemahkan cerita dan skenario Sara Nathaniel, ke dalam sinetron remaja dari kacamata sederhana. Tidak melulu soal kisah cinta dan fantasi, layaknya sinetron lain.

Kisahnya dimulai tentang gadis bernama Ani (Dinda Hauw), yang baru menjalani hari pertama sekolah di Indonesia, setelah lima tahun menetap bersama orang tuanya di Jerman. Di dalam mobil, Ani protes karena ingin ke sekolah dengan bersepeda, namun ayahnya tak memperbolehkan.

Sopir, menyetujui sikap ayah Ani, sebab di Indonesia banyak begajulan. Ani menjawab, “Dulu saat saya SD, diajarkan bahwa Indonesia terkenal keramahtamahannya. Saya masih percaya di luar sana keramahtamahan masih banyak ditemukan Pak.”

Sejurus kemudian, mobil mereka melintasi tubuh seorang pemuda yang terbaring di jalan sepi bersimbah darah. Ani meminta mobil berhenti. Sopir justru tancap gas. Sopir mengatakan, pemuda itu pasti rampok, pura-pura luka.

Ani tak peduli. Ia turun dan membawa pemuda itu masuk ke mobil dan membawa ke rumah sakit. Di rumah sakit, pemuda terluka itu siuman. Ia mengenalkan diri sebagai Arif (Giorgino Abraham), yang diketahui bersekolah di SMA tempat Ani terdaftar. Arif mengaku, berusaha mencegah tawuran pelajar, dimana teman-teman satu SMA-nya terlibat.

Esok hari, saat Ani masuk sekolah, ia melaporkan itu ke guru, jika ada nama-nama siswa sekolah itu terlibat tawuran, hingga Arif tertusuk. Namun, guru bernama Pak Sam, mengatakan, “Tawuran itu terjadi tiap saat dan tak ada lagi yang bisa dilakukan guru-guru selain selain khotbah kosong yang tak akan didengarkan. Lebih baik Ani bersiap mengikuti upacara.”

Ani tak terima dengan jawaban itu. Usai upacara, ia naik ke podium dan mengambil mikrofondan mengatakan ke semua orang bila telah terjadi tawuran yang mengakibatkan ketua OSIS tertusuk. “Tadi sudah cerita pada Pak Sam sebagai wali kelas, tapi dia menjawab agar saya tak usah ikut campur. Bila guru dan sekolah tinggal diam dan hanya mengurusi masalah administrasi dan menagih SPP setiap bulan, siapa lagi yang akan bertindak bila bukan kami sebagai murid?”

Sebuah tindakan kontroversial dan lantang yang tak pernah terdengar sebelumnya di SMA manapun di negara ini baru saja terjadi. Sejumlah guru bereaksi, menarik Ani turun. Tapi Pak Ali (kepala sekolah), menghentikan mereka dan membiarkan Ani tuntas bicara.

Ani membaca nama anak-anak yang terlibat tawuran dan meminta agar mereka segera dihukum guna menghentikan tawuran. Bagaimana kisah kelanjutan perjuangan Ani, Arif, dan teman lainnya?

Selain Dinda dan Giorgino, sinetron ini juga dibintangi oleh Dante Valreand, Claudia Andhara, Cut Memey, hingga Dwi Yan. Soundtrack lagu diisi lewat lagu Jadilah Legenda karya Superman Is Dead.