Tika Bravani: Akui Peran Nyai Ahmad Dahlan Lebih Menantang

Film
Typography

 

C&R Digital -- Tika Bravani belakangan lebih banyak berakting di film bergenre biopik. Setelah melakoni peran Fatmawati di film Soekarno, kini Tika berakting di film "Nyai Ahmad Dahlan". Ia pun harus mendalami karakter yang diperankannya semaksimal mungkin.

"Lebih berat yang ini, karena Fatmawati itu bukan tokoh sentral, itu fase umur 21 sampe 23 dan enggak menantang seperti ini. Ini kan tokoh sentralnya  saya memainkan karakter perempuan sepuh dan lawan main saya itu lebih tua dari saya. Nah saya harus bisa lebih baik dari dia," kata Tika Bravani,  Jakarta, belum lama ini.

Selain itu, ada tanggung jawab moral yang  tidak enteng. "Pasti kan kita mainin tokoh, kita akan dibandingin dengan tokoh aslinya. Harusnya kan enggak, tidak ada hubungan sama sekali. Sekarang orang lihatnya 'dia maianin ini kok dia nakal' misal," ujar istri aktor Dimas Aditya ini.

Tercatat, Nyai Ahmad Dahlan adalah perempuan pertama yang pernah memimpin Kongres Muhammadiyah tahun 1926. Di awal revolusi, beliau juga menggerakkan kaum wanita untuk mendirikan dapur umum, serta rajin bertukar pikiran dengan Presiden Soekarno dan Jenderal Soedirman.

"Ibarat tangan, suami tangan kanan dia tangan kirinya. Dia berusaha untuk keluarga dari zona nyamannya sebagai perempuan. Sangat menginspirasi menurut saya," beber artis berusia 27 tahun ini.

Film produksi Iras Film ini akan mulai diputar bioskop  mulai 24 Agustus 2017 mendatang. Selain Tika Bravani, film ini juga dibintangi David Chalik (Kyai Ahmad Dahlan), Cok Simbara, Della Puspita, dan lain lain.