“Ngantri ke Sorga”, Porsi Sedikit Pria Kemayu

Film
Typography

 

 

C&R Digital - Fuad Zulkarnain yang berperan sebagai Rustam, lelaki yang agak kewanita-wanitaan, cukup kaget saat menonton tayangan sinetron Ngantri ke Sorga. Ternyata, demi menghormati bulan Ramadan, banyak adegan Rustam yang berperilaku kemayu dipotong.

Rustam (Fuad Zulkarnain) boleh dibilang merupakan mata-mata Faank (Faank ‘Wali’). Sesama pedagang kaki lima, Rustam yang sifatnya kewanita-wanitaan selalu memberikan informasi kepada Faank jika ada orang-orang tertentu gerakannya mencurigakan dan mengancam keselamatan Faank.

Maklum, memang ada dua pihak yang selalu membuntuti Faank, yaitu Sukri (Tengku Firmansyah) orang suruhan H. Sueb yang ditugaskan mencari Faank, dan Munawar yang tidak ingin Faank mendapatkan warisan dari H. Sueb.

Dalam sinetron Ngantri ke Sorga, karakter Rustam adalah lelaki kemayu. Hingga kini Fuad yang berperan sebagai Rustam telah menjalani syuting sebanyak 25 episode. Namun yang ditayangkan baru delapan episode.

Dari delapan episode yang sudah ditayangkan, ternyata adegan Rustam yang kewanita-wanitaan banyak yang diedit. “Mungkin untuk menghormati suasana bulan Ramadan, dan memperhatikan ketentuan dari KPI. Jadi adegan saya yang kewanita-wanitaan banyak yang diedit,” ungkap Fuad di lokasi syuting sinetron Ngantri ke Sorga di Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (24/6).

Selain berperan sebagai Rustam, Fuad juga berperan sebagai Rastim, seorang preman, yang merupakan saudara kembar Rustam. “Antara karakter Rustam dengan Rastim itu bertolak belakang. Rustam kemayu, tetapi Rastim seorang preman. Tetapi alhamdulillah saya bisa menjalankan kedua karakter itu,” kata Fuad.

Beradu akting dengan personel grup band Wali, Fuad yang telah menekuni dunia sinetron sejak tahun 2002 mengaku tidak mengalami kesulitan. Sinetron Ngantri ke Sorga merupakan perkenalan pertama Fuad dengan personel grup band Wali.

Saat awal menerima job membintangi sinetron Ngantri ke Sorga dan akan beradu akting dengan personel Wali, Fuad sempat khawatir personel Wali yang merupakan grup band papan atas adalah orang-orang yang sombong dan suka bertingkah. Tetapi setelah main sinetron bareng, ternyata para personel Wali adalah orang-orang yang rendah hati dan ramah.

“Saya sudah tahu, Wali grup band papan atas. Saya sempat berpikir, wah personel Wali pasti nanti di lokasi syuting kelakuannya aneh-aneh nih. Eh, ternyata dugaan saya keliru. Mereka itu rendah hati dan ramah,” kata Fuad.

Fuad yang telah belasan tahun terbiasa menghafalkan naskah sinetron, mengaku kagum dengan kecepatan Apoy dan Faank menghafal dialog. “Saya kalah cepat dalam menghafalkan dialog. Ternyata mereka cepat sekali bisa menghafalkan dialog. Mereka luar biasa,” kata Fuad.