Shanaya Film Hadirkan Film “Matadewa”

Film
Typography

 

C&R Digital -- Sebuah film berjudul “Matadewa” bakal menyapa pecinta film nasional. Film drama remaja “Matadewa” ini merupakan buah karya kerjasama Shanaya Films Production House dengan Sinema Imaji dan DBL, dengan sutradara Andibachtiar Yusuf dan Avesina Soebli (tim produser film Laskar Pelangi) dari Sinema Imaji.

“Film Matadewa  ceritanya sangat menarik. Ini boleh dibilang film olahraga basket pertama di Indonesia,”kata Founder & Produser Shanaya Films Production House Imelda Budiman, ditemui kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (14/7).

Mrs Indonesia World mengatakan meski dibalut dengan kemasan basket tapi pesan dan makna dalam film ini sangat kuat. “Di saat kita mencapai tujuan cita-cita pasti kita banyak menghadapi kendala, tantangan, dan kesulitan. Tetapi dalam menghadapinya kita harus tetap semangat untuk mengatasi kendala tersebut dengan tetap fokus pada tujuan yang kita mau,” bebernya.

Tidak berlebihan jika Imelda  mengajak masyarakat Indonesia untuk menonton film yang sedang diproduksi ini. “Jadi ini film  punya nilai positif bagi anak-anak muda,” imbuhnya.

Film yang mengisahkan seorang siswa pebasket muda berbakat bernama Dewa yang ingin membawa sekolahnya, SMA Wijaya menjadi juara untuk pertama kalinya.

Niatannya itu mendapat dukungan kuat dari pelatihnya coach Miko, coordinator supporter bernama Bhumi, yang selalu menyemangatinya. Tak ketinggalan Bening, reporter majalah dinding yang selalu mengikuti perjalanan tim basket SMA Wijaya dari pertandingan ke pertandingan.

Seiring berjalannya waktu, Petaka menimpa Dewa. Ia diserang oleh preman jalanan yang mengakibatkan satu matanya tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga menghambatnya untuk bermain basket. Dengan dukungan Bhumi, coach Miko, Bening, dan seorang petinju, Dewa berupaya bangkit dari keterpurukan.

Film yang rencananya bakal tayang bulan November tahun ini dibintangi seperti Kenny Agustin, Chelsea Agatha, Brandon Salim, Aryo Wahab, Valerie Tifanka, Dodit Mulyanto, Enrikemal Noerkemal, Nino Fernandez, dan Imelda Budiman.