Mujtaba Laskar Askari, Didatangi ‘Harimau’ Gunung Dempo

Film
Typography

 

 

C&R Digital - Ratu Hangcinda bersama anak buahnya menyerang Kampung Kumayan. Ajit, ketua karang taruna setempat, bersama warga lain berusaha untuk menghadapi serangan Ratu Hangcinda dan anak buahnya.

Para figuran yang berperan sebagai anak buah Ratu Hangcinda sebenarnya merupakan anggota-anggota klub bela diri, sehingga Ajit (Mujtaba Laskar Askari) harus bisa mengimbangi teknik berkelahi para siluman itu.

Untungnya Mujtaba Laskar Askari yang berperan sebagai Ajit telah lama mendalami ilmu bela diri pencak silat harimau, taekwondo, dan Thai boxing. Dengan kemampuan tersebut, ia bisa mengimbangi teknik berkelahi para siluman anak buah Hangcinda.

“Meskipun hanya figuran, anak buah Ratu Hangcinda itu diambil dari klub-klub bela diri. Jadi mereka memang jago-jago. Untungnya saya punya latar belakang ilmu bela diri juga, jadi bisa mengimbangi adegan berkelahi mereka. Kalau tidak, susah juga mengimbangi teknik fighting mereka,” kata Mujtaba Laskar Askari yang baru pertama kali membintangi sinetron, saat dijumpai di lokasi syuting sinetron 7 Manusia Harimau di Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu dua pekan lalu.

Mujtaba Laskar Askari merupakan cucu Motinggo Busye, penulis novel ‘7 Manusia Harimau’. Ia mengungkapkan saat novel itu ditulis, kakeknya memang merupakan pelaku dalam kehidupan para manusia harimau di Sumatera.

“Sebelum menulis novel ‘7 Manusia Harimau’, Motinggo hidup merantau berkeliling Sumatera, yang ada budaya manusia harimaunya. Dia memang menimba ilmu silat manusia harimau. Jadi dia tahu betul tentang kehidupan manusia harimau,” kata Mujtaba.

Novel 7 Manusia Harimau yang ditulis Motinggo bukanlah novel fiksi, tapi kisah hidup yang dialami Motinggo sendiri. Sampai sekarang, banyak anggota keluarganya yang menjadi pendekar dan membina perguruan silat harimau. “Paman saya ada yang memimpin perguruan pencak silat harimau. Pusatnya di Padang, tetapi punya cabang juga di Jakarta,” ungkap Mujtaba.

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ungkapan itu bisa pula dilekatkan pada Mujtaba Laskar Askari. Seperti halnya Motinggo, sejak kecil Mujtaba juga menyukai ilmu bela diri. Ia belajar pencak silat harimau dari ayahnya. Sejak duduk di bangku SD ia bahkan sudah bergabung dengan klub taekwondo dan belajar Thai Boxing.

Ilmu harimau rupanya bisa dikuasai secara turun-menurun. Jika ada nenek moyang yang mempunyai ilmu itu, kemampuannya akan turun pula pada salah satu keturunannya. Tampaknya hal itu terjadi pula Mujtaba Laskar Ashari. “Iya, saya memang sering mimpi didatangi ‘harimau’,” kata Mujtaba.