7 Manusia Harimau, Sepuluh Hari Tak Ganti Baju

Film
Typography

 

 

C&R Digital - Rebutan Kitab VII di antara para inyiak muda Kampung Kumayan, membuat mereka pergi bertualang ke desa lain. Kepergian mereka membuat kekuatan keamanan Kampung Kumayan melemah. Kondisi itu dimanfaatkan Ratu Hangcinda untuk merebut kampung tersebut.

Ratu Hangcinda bersama pasukan silumannya berhasil menguasai Kampung Kumayan. Ia kemudian mengusir warga, sehingga mereka terpaksa mengungsi ke hutan.

Rangkaian cerita itu membuat para artis yang berperan sebagai warga Kampung Kumayan harus melakukan pengambilan gambar di hutan. Dari rumah, mereka hanya mengenakan baju yang menempel di badan. Mereka tak membawa pakaian lain, apalagi harta benda.

Ternyata bukan saat syuting saja para artis tidak berganti pakaian, dalam kehidupan nyata pun mereka benar-benar tidak ganti baju. Ichal Muhammad yang berperan sebagai Rifai, Sylvia Rahayu Pudjoningsih (ibunya Pitaloka), Sigit Hardadi (Datuk Abu), Ratu Imasy (ibunya Gumara), dan artis lain mengaku tidak berganti pakaian hingga 10 hari.

“Sinetron itu kan harus logis dan kontinu. Jadi enggak mungkin dong, kalau kami pergi dari rumah hanya mengenakan pakaian di badan, lalu keesokan harinya pakaian kami berubah. Ya, kami harus konsisten dengan pakaian yang awal kami kenakan,”ujar Sigit Hardadi saat dijumpai di lokasi syuting sinetron 7 Manusia Harimau di Cibubur, Sabtu (23/5).

Untuk menyiasati agar pakaian Sigit Hardadi bisa kembali dikenakan pada syuting berikutnya, selesai syuting bajunya langsung dijemur. “Kalau dicuci kan takut enggak kering. Jadi ya dijemur saja, hahaha,”kata Sigit. Sylvia Rahayu Pudjoningsih punya pengalaman berbeda. Setiap kali selesai syuting ia cepat-cepat mencuci baju yang dikenakan, langung dikeringkan di mesin cuci, untuk dikenakan keesokan harinya.

“Iya nih, sudah sepuluh hari syuting, bajunya ini terus. Sebenarnya bisa sih beli pakaian cadangan di pasar. Tetapi baju ini saya beli sudah setahun lalu. Jadi kayaknya, di tokonya juga sudah tidak ada baju yang motif dan warnanya sama,” kata Sylvia.

Bagaimana dengan Ratu Imasy? “Sudah sepuluh hari nih bajunya dicuci dan dikeringkan dengan mesin cuci. Lihat nih, bahannya sudah agak molor. Hahaha. Kalau beli yang baru, kan kami enggak punya waktu,” jawab Ratu Imasy.

Berbeda dengan Sylvia dan Ratu Imasyi, Ichal Muhammad punya cara yang lebih unik. Ia mengeringkan celananya yang baru dicuci dengan hair dryer.

Dibanding artis lain, Ichal mengaku lebih beruntung. Saat awal syuting warga Kampung Kumayan diusir pasukan Ratu Hangcinda ke hutan, ia kebetulan sedang mengenakan T-shirt putih ditutupi jaket kulit warna hitam.

“Saya punya banyak T-shirt warna putih. Jadi setiap hari bisa berganti. Jaket kulit warna hitam, saya punya 15 buah. Jadi bisa gonta-ganti. Tetapi celananya yang saya pakai ini, cuma punya satu. Sehingga setiap pulang syuting, bekas keringatnya harus saya keringkan pakai hair dryer, hahaha,” kata Ichal Muhammad.

Untungnya semua artis yang terlibat dalam sinetrion itu sama-sama memaklumi mereka sudah sepuluh hari tidak berganti pakaian. Dengan pemahaman itu, tidak ada yang saling sindir atau menutup hidung saat menjalani syuting. “Yah, tahu sama tahulah. Pakaian kami semua memang belum dicuci sudah beberapa hari,” kata Ichal.