FFI 2010 (Jakarta), Alangkah Lucunya Negeri Ini (11)

Film
Typography

 

 

C&R Digital - Mengulangi kejadian tahun 2009, FFI kembali tidak meloloskan film Darah Garuda dan Sang Pencerah dalam nominasi Film Terbaik. Padahal, jika dilihat dari segi cerita dan angka penjualan, kedua film terbilang tak buruk. Dewan juri lalu dinilai terlalu mengada-ada dalam memberikan alasan mengapa kedua film ini tidak dapat lolos masuk nominasi. Menurut juri, film Darah Garuda melanggar peraturan FFI, karena bukan garapan sutradara berkebangsaan Indonesia. Sedangkan, film Sang Pencerah tidak lolos karena tidak banyak mengungkapkan fakta sejarah.

Krisis juga pernah terjadi pada pagelaran FFI tahun 2010 ketika Komite Festival Film Indonesia (KFFI) dianggap telah ‘mencemari sejarah perfilman Indonesia dengan tinta hitam’ saat Komite Seleksi (KS) hanya meloloskan sebagian film yang dianggap tidak berkualitas tanpa alasan yang rasional. Deddy Mizwar yang saat itu menjabat sebagai Pengarah KFFI dianggap bermain dalam kisruh seleksi film saat itu dengan ikut meloloskan film garapannya sendiri Alangkah Lucunya Negeri Ini.