FFI 2005 (Jakarta), Geger Film Brownies (8)

Film
Typography

 

 

C&R Digital - Kontroversi terjadi usai malam final Festival Film Indonesia (FFI) 2005. Beberapa pemenang yang di luar dugaan memicu pendapat adanya praktik jual-beli piala. Salah satu yang kena sasar adalah aktris Marcella Zalianty si pemilik piala Aktris Terbaik. Kemenangan Marcella lewat film Brownies dianggap sebuah rekayasa pesanan oleh produk sabun yang menjadi sponsor.

Adalah produser Detik Terakhir, Shanker, yang membuat pernyataan mengejutkan. Bos rumah produksi Indika itu menyatakan dirinya pernah ditawari untuk membeli piala FFI dengan harga Rp30 juta. Pernyataan itu tentu membuat kuping dewan juri panas. Apalagi Shanker dengan jelas menyebut untuk pemenang kategori Artistik Terbaik, dirinya pernah ditawari. Demi mengklarifikasi berita dan membersihkan nama baik, dewan juri dan panitia FFI mengadakan pertemuan terbuka dengan Shanker di Gedung Film.

Pertemuan tersebut dihadiri dewan juri (Sarlito Wirawan, Angelina Sondakh, Eros Djarot, Sophan Sophian), ketua pelaksana FFI, (Adi Surya Abdi), ketua penyelenggara FFI (Johny Syafrudin), Humas FFI (Edi Muhtadi) dan Shanker BS (produser film). Pertemuan berlangsung cukup panas. Dewan juri tampaknya emosi dengan tudingan jual-beli piala yang mencoreng kredibilitas mereka

Namun Shanker tak gentar. Ia mengaku tak pernah mengeluarkan pernyataan yang berbau fitnah itu. Pernyataan adanya jual-beli piala Citra menurut Shanker berasal dari narasi infotainment yang menayangkan. Ia juga membenarkan dirinya pernah mendapat penawaran, tapi bukan dari dewan juri. Ia dihubungi oleh humas FFI bernama Edi Muhtadi yang mengatakan sebuah rumah produksi lain sudah bersedia membeli piala Antemas (piala untuk penjualan terbanyak).

Bukti pembicaraan yang dilakukan sebelum malam final FFI tak disimpan Shanker. Namun produser yang yakin aktrisnya pantas menang FFI itu mengaku menyimpan pembicaraan dengan Edi sehari setelah penganugerahan FFI. Bukti tersebut dianggap tidak valid karena tidak berisi pernyataan transaksi jual-beli. Tak juga bisa memberi bukti lainnya, panitia FFI tetap mendesak Shanker untuk mencabut pernyataannya. Jika tidak, maka somasi akan dilayangkan.

Shanker akhirnya menyerah dengan pernyataan tersebut. Ia meminta maaf kepada seluruh dewan juri, panitia FFI, dan BP2N, jika ada pernyataannya yang menjurus ke arah fitnah. Setelah permintaan maaf Shanker, dewan juri langsung beranjak. Ekspresi tidak puas masih terlihat di wajah mereka.