Zaskia Sungkar : Merayakan Lebaran, Memaknai Ramadan

Celebnews
Typography

 

 

C&R Digital - Ada tradisi tahunan yang dilakukan pasangan Zaskia Sungkar - Irwansyah saban kali lebaran tiba. Sebagai keluarga muda, mereka bersilaturakhmi dengan sanak famili yang lebih tua. Yang berbeda adalah cara mereka memaknai Ramadan. Menurut Zaskia, Ramadan merupakan saat yang tepat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Di sela-sela kesibukannya, Zaskia Sungkar menyempatkan diri untuk berbagi pada sesama. “Alhamdulillah dikasih kesehatan. Setidaknya memberikan sedikit kontribusi,” ujar Zaskia acara Wardah Pop Up Kitchen for Ramadhan 2017 di Masjid Cut Meutia, Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut istri Irwansyah itu, berbagi adalah perbuatan yang bermanfaat bagi orang lain.

Kepada sejumlah awak media, termasuk Muhammad Andy dari C&R, mengutarakan rencananya menyambut lebaran, dan maknai Ramadan yang dijalaninya. Wawancara berlangsung di sebuah mal kawasan Jakarta Timur, Minggu (18/6).

Adakah tradisi lebaran di keluarga anda?

Kami tidak memiliki tradisi khusus dalam merayakan lebaran. Sama seperti keluarga lain, kami takbiran dan mengunjungi keluarga. Namanya masih muda, kadi kita mendatangi mereka yang lebih tua. Saya, misalnya, mendatangi keluarga Irwansyah. Begitupun sebaliknya, Irwansyah juga mendatangi keluargaku kayak gitu

Bagaimana dengan bulan Ramadhan?

Saya percaya di bulan Ramadhan, orang-orang berlomba-lomba melakukan kebaikan. Tapi sebaiknya berbuat kebaikan tidak hanya dilakukan saat Ramadhan, tapi juga di bulan-bulan lainnya. Kita bersyukur hari ini bisa makan, di luar sana banyak yang tidak seberuntung kita. Makanya selama kita masih bisa berbagi, berbagilah.

Perubahan apa yang Anda rasakan di bulan Ramadhan?

Dengan Ramadhan saya menjadi lebih sabar, bisa lebih memperbanyak ibadah karena sebelumnya saya merasa lebih mementingkan hal-hal duniawi. Bulan ini (Ramadan) menjadikan seseorang lebih baik.

Menurut Anda adakah keistimewaan bulan Ramadhan?

Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah adanya malam lailatul qadar, malam seribu bulan. Banyak orang mengejarnya untuk mendapatkan malam tersebut. Kalau dikasih kesempatan saya mau seperti tahun lalu, mencari malam lailatul qadar lagi di Mekkah.

Inginnya tahun depan ke sana, karena suasananya pure untuk ibadah tidak dipusingkan dengan kegiatan duniawi. Tahun lalu saya itikaf di Mekkah. Saya merasa lebih tenang, berdoa lebih khusyuk dan memperbanyak ibadah.

 

BACA JUGA : 

BCL, Honor Anak Lebih Mahal

Lesti, Kenalkan Single Religi Ramadan 2017

Bisnis Baru Dodhy Eks ‘Kangen Band’