Maudy Ayunda, Perang Melawan Perbudakan Modern

Celebnews
Typography

 

C&R Digital - Maudy Ayunda kembali mengukir prestasi. Kali bukan soal kiprahnya di bidang musik, film, atau prestasi akademisnya di kampus. Artis film Kupu Kupu Kertas ini dikukuhkan sebagai Duta Anti Perbudakan Modern. Penobatan dilaksanakan di Gedung Wakil Presiden Republik Indonesia, di Jakarta, Selasa (14/3).

Disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Global Freedom Network (GNF), dan perwakilan seluruh pemuka agama di Indonesia, Maudy dinilai pantas melawan perbudakan modern yang sejatinya masih mengancam 45 juta jiwa di dunia, yang 2/3 di antaranya menghantui masyarakat Asia. Thailand, Vietnam, Kamboja, Burma, dan bahkan Indonesia yang tentu melanggar Hak Asasi Manusia.

Perbudakan modern berkamuflase dalam bentuk pemaksaan anak-anak untuk bekerja, kawin paksa, perbudakan domestik dan kerja paksa. Perbudakan modern juga termasuk kerja paksa tanpa upah, penyiksaan-penyiksaan, serta ancaman yang diberikan ketika korban ingin pergi atau melapor.

Menurut Global Slavery Index, pada 2016 terdapat 45,8 jiwa di dunia yang masih terkungkung dalam perbudakan modern. Yang mengejutkan, di Indonesia tercatat 736 ribu kasus perbudakan modern yang sebagian besarnya menimpa generasi muda dan anak-anak.

Ditemui awak media, termasuk Muhammad Andy dari Cek Ricek di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (16/3), Maudy menuturkan semangatnya untuk terus aktif menyuarakan antiperbudakan modern, tanpa meninggalkan aktvitasnya di dunia entertainment. Berikut petikan wawancaranya:

Alasan Anda menerima tanggungjawab sebagai duta anti perbudakan modern?

Menyadari masih banyak terjadi perbudakan, saya menerima tantangan menjadi Duta Anti Perbudakan. Dengan menjadi Duta Anti Perbudakan, saya diminta aktif untuk membawa pesan kepada generasi muda atau milenial melawan perbudakan modern. Mudah-mudahan bisa menjadi role positif buat Indonesia dan anak muda.

Kenapa isu perbudakan begitu penting buat Anda?

Betapa isu ini harus diangkat ke permukaan agar generasi muda menjadi tahu bahwa ini isu penting. 40 persen korban perbudakan modern saat ini merupakan generasi muda dan anak-anak kecil. Nyatanya masih banyak orang, bahkan anak muda dan anak kecil, yang tidak memiliki hak istimewa atau hak kebebasan itu.

Apa yang akan Anda lakukan?

Langkah pertama adalah mengakui adanya perbudakan modern terlebih dahulu. Mengutip laporan Indeks Perbudakan Global 2016, sebanyak 45,8 juta jiwa manusia di dunia hidup dalam perbudakan modern. Di Indonesia sendiri sekitar 736 ribu orang yang masih dalam jeratan perbudakan modern. Ini merupakan langkah awal untuk selanjutnya mencari solusi mengatasi masalah (perbudakan).

Kongkretnya?

Saya akan memanfaatkan posisi saya sebagai pekerja kreatif di bidang seni tarik suara. Lewat karya-karya saya akan sampaikan pesan-pesan perjuangan melawan perbudakan. Saya juga akan mengkampanyekan melalui akun media sosial milik saya.

Apakah cara itu efektif?

Saya ingin memengaruhi cara pandang penggemar saya tentang apa itu perbudakan. Menurut saya, menyuarakan hak asasi manusia adalah bagian dari kewajiban sebagai seorang publik figur.

 

BACA JUGA : 

Lindsay Lohan, Perjalanan Mencari Kedamaian

Lindsay Lohan, Berkerudung dan Ikut Puasa

Lindsay Lohan Dipaksa Buka Kerudung