Morgan Oey Main Ski di Hokkaido Jepang

Celebnews
Typography

 

C&R Digital - Morgan Oey berlibur ke beberapa kota di Jepang, Januari lalu. Selain Tokyo dan Kyoto, ia juga mengunjungi Hokkaido. Di kota paling utara dan paling dingin di Jepang itu Morgan menikmati main ski dan salju. Berikut catatan perjalanan Morgan Oey.

Mumpung sedang ada waktu kosong, awal Januari lalu aku berlibur ke beberapa kota di Jepang. Itu aku lakukan biar fisik dan badanku bisa fresh lagi, setelah setahun bekerja keras dari syuting ke syuting. Aku mengunjungi beberapa kota di Jepang, seperti Tokyo, Kyoto, dan Hokkaido. Tapi yang paling berkesan adalah ketika aku berada di Kota Otaru, Hokkaido.

Kota Otaru itu posisinya paling utara Jepang. Jaraknya satu setengah jam penerbangan dari Tokyo. Otaru merupakan wilayah paling dingin di Jepang. Suhunya bisa mencapai minus dua belas derajat Celsius. Sehingga banyak resor untuk bermain ski di sini.

Lucunya, Otaru merupakan wilayah Jepang yang budayanya justru kebarat-baratan. Otaru memang merupakan kota pelabuhan yang terbuka dari kedatangan bangsa manapun. Jadi tidak heran bila warga di sini menyerap banyak budaya asing.

Di Otaru jarang dijumpai lelaki maupun wanita Jepang yang mengenakan busana tradisional. Sebaliknya lelaki di sini lebih banyak yang memakai jas. Sedangkan wanitanya mengenakan dress. Rambut wanitanya pun banyak yang diwarnai pirang.

Sebagai kota pelabuhan, di Otaru banyak gudang dan kanal seperti di Belanda. Gudang-gudang itu dibangun dengan gaya arsitektur Eropa di abad pertengahan. Gudang-gudang itu sekarang banyak yang beralih fungsi menjadi kafe, restoran, dan toko suvenir.

Di depan kafe dan restoran-restoran itu diberi lampion yang terbuat dari kain berwarna merah. Otaru cukup lengang. Warganya tidak terlalu banyak. Sehingga kota kecil ini cukup romantis. Seperti halnya di Belanda, kanal-kanal itu dirawat dengan baik. Sehingga air kanal itu bersih. Sayangnya, jika di Belanda kanal-kanal itu digunakan untuk wisata air, di Otaru tidak ada wisata air.

Suvenir yang banyak terdapat di Otaru juga berupa kerajinan kaca, seperti halnya di Italia. Kerajinan kaca itu berbentuk vas bunga, gelas, dan mangkuk. Pada beberapa toko, aku bisa melihat proses pembuatan suvenir vas bunga berbahan kaca itu.

Ada pula suvenir berupa kotak musik, seperti yang biasa dijumpai di Inggris. Namun kotak musiknya di sini berisi lagu-lagu Jepang. Ada pula suvenir boneka beruang. Karena di Otaru ini dulunya memang banyak beruang. Di sini juga ada pabrik bir.

Aku sempat bermain ski di salah satu arena yang saljunya cukup tebal. Melebihi tebalnya salju di arena ski lainnya di Jepang. Setelah capek bermain ski, akupun masuk ke salah satu restoran yang ada di arena ski tersebut. Di restoran itu aku mencicipi seafood yang cukup terkenal kelezatannya, seperti kepiting, udang, dan kerang. Otaru memang terkenal dengan kepitingnya yang sangat besar. Ternyata aku sanggup lo menghabiskan masakan kepiting, hahaha.

 

BACA JUGA : 

Audrey Lepaskan Bayang-bayang Ahmad Dhani, Piyu dan Ian Kasela

Ahmad Albar Menanti Kelahiran Bayi

Filosofi Kue Pancong Diany Pranata Ingatkan Sakralnya Pernikahan