Ben Sihombing: Lebih Jujur di Single Sama-Sama Menunggu

Celebnews
Typography

 

C&R Digital -- Single berbahasa Inggris berjudul Set Me Free tahun 2016 menandai kiprah Ben Sihombing terjun ke dunia tarik suara. Sentuhan musik bergene folk, seperti yang dibawakan Ed Sheeran di single pertama menjadikan ciri awal Ben dalam bermusik.

“Secara karya dan musikalisasi bagus, tapi saya merasa ada yang kurang,” kata Ben Sihombing saat ditemui dikawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (12/5).

Tidak adanya rasa puas itu hampir membuat adik Petra Sihombing ini enggan bermusik lagi. Ia lebih memilih fokus menyelesaikan kuliah di jurusan Bisnis Universitas Prasetya Mulya, “Saya sempat mau kerja saja, tapi karena saya besar di keluarga musisi, ternyata musik gak bisa saya tinggalkan,” jelas Ben.

Kembali bermusik Ben merubah total genre maupun referensi musiknya.”Lagu ciptaan saya harus universal, semua orang bisa menyukainya, berbahasa Indonesia dan genre music saya jadi pop,” kata Ben.

Perubahan itu menjadikan Ben sebagai sosok yang baru dan menjanjikan di ranah musik Indonesia. Hal itu ditandai dengan kehadiran single keduanya bertajuk Sama-Sama Menunggu dibawah music E-Motion. “Ini musik saya sendiri. Saya bisa lebih jujur dalam bermusik. Ini musik karya sendiri,” ucapnya bernada bangga.

Liriknya berkisah tentang romansa percintaan yang pasti di alami setiap anak manusia, namun kali ini dalam keadaan yang sama-sama menunggu untuk sebuah jawaban. "Saya merasa cerita di lagu ini cukup banyak  yang mengalaminya, semoga ini bisa jadi anthem bagi mereka," ujar Ben.

Di single keduanya ini pula, Ben manghadirkan kelasnya sebagai sosok penyanyi dan musisi yang dinamis dengan menyampurkan nuansa-nuansa everlasting musik awal 90-an dan aura tren musik kekinian. Simak saja loop-loop drum dan percikan synthesizer yang membalut aransemen musiknya. Ini juga sebagai  penanda  yang lebih jelas  bahwa musik Ben tidak akan lepas dari unsur-unsur mellow.

“Saya cukup yakin, penikmat musik Indonesia bisa segera merasakan dan menikmati lagu ini,” kata Eksekutif Produser Arnold J. Limasnax.