Usaha Melestarikan Barongsai

Celebnews
Typography

 

C&R Digital -- Setelah lama tidak memproduksi film, Rano Karno segera merilis film berjudul The Last Barongsai. Film ini khusus dipersembahkan sebagai bagian tanggung jawab Rano akan pelestarian salah satu keluhuran warisan budaya.

Kesibukan Rano Karno sebagai Gubernur Provinsi Banten tidak membuat naluri seninya berkurang. Di sela-sela kesibukannya, ia masih bisa menyelesaikan pembuatan film The Last Barongsai.

Setidaknya butuh delapan tahun untuk menyelesaikan film yang dibintangi Dion Wiyoko, Azis Gagap, dan Tio Pakusadewo ini. Selain menjadi pemain, di film itu Rano juga merangkap sebagai executive producer.

Film yang mengangkat kebudayaan Tionghoa itu merupakan refleksi Rano terhadap kebudayaan yang ada di Indonesia. Aktor yang membintangi puluhan film itu melihat nasib barongsai tidak jauh berbeda dengan kebudayaan Betawi yang juga hampir ditinggalkan.

Apalagi, kebudayaan Tionghoa Benteng yang salah satunya terdapat di Tangerang merupakan wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Sehingga, tidak dipungkiri, film yang akan tayang 26 Januari 2017 itu merupakan hasil dari perjalanan kepemimpinannya.

Awalnya konsep terbentuk sejak tahun 2008. Ketika itu diwujudkan dalam sebuah novel dengan judul yang sama. Meski jalan cerita tidak sama persis, Rano menyatakan penggarapan film ini memiliki makna yang sama.

Pria kelahiran Jakarta, 8 Oktober 1960 yang dikenal dengan peran Si Doel itu menyatakan, dia memang ingin menekankan kebudayaan dan seni. Ide ini merupakan refleksi kekhawatiran pribadi tentang semakin tergerusnya kesenian tradisional, sehingga perlu langkah nyata untuk menjaga dan melestarikannya.

Rano mengaku penggarapan filmnya membutuhkan waktu yang lama. Ia tidak ingin main-main, karena ingin menghasilkan yang terbaik pada karya-karya yang dikeluarkan oleh Karnos Film.