In Memoriam Oon Project Pop

Celebnews
Typography

 

C&R Digital -- Indonesia tengah berduka lantaran kehilangan salah satu putra terbaiknya yang telah mengisi jagat hiburan Tanah Air. Dialah Mochamad Fahroni yang lebih dikenal sebagai Oon Project Pop. Zaman baheula Oon ternyata sudah gemar bernyanyi. Pria kelahiran Bandung 19 Juli 1972 ini ikutan komunitas grup vokal saat sekolah di SMA 5 Bandung. Tak hanya menyanyi, Oon juga menyukai seni peran.

Rajin mengikuti festival nyanyi dan akting, namun karir Oon jalan di tempat. Oon pun memutuskan mencari wadah serius untuk mengembangkan dirinya. Nah, saat berkuliah di Universitas Parahyangan (UNPAR) Oon tergabung dalam kelompok Padhyangan alias P Project pada 1994. Sebuah kelompok yang dibentuk oleh mahasiswa dua perguruan tinggi di Bandung yakni UNPAR dan Universitas Padjajaran. Kelompok ini didirikan sebagai wadah untuk menyalurkan bakat dan ide-ide gila anggota-anggotanya terutama dalam bidang seni. Kelucuan dan khas mereka yang membawakan lagu-lagu parodi diterima di masyarakat dan meledaklah P Project.

Namun seiring berjalannya waktu kaum muda P Project melakukan regenerasi. Mereka akhirnya membentuk Project Pop pada 1996 dan mendukung penuh konsep Project Pop yang berbeda sama sekali dari 'abangnya'. Project Pop memilih menyanyikan lagu jenaka ciptaan mereka sendiri. Tak disangka, ternyata project pop sangat disukai masyarakat dan ketenaran pun mengiringi personelnya, Kartika Rachel Panggabean (Tika), Djoni Permato (Udjo), Herman Yosi Mokalu (Yosi), W Rudi Astadi (Odie), Gumilar Nurohman (Gugum), dan Oon sendiri.

Meski ketenaran ada di genggaman tangan, namun Oon tak pernah merasa dirinya artis besar. Semua sahabatnya mengatakan betapa bersahajanya Oon. Walau terkenal namun masih suka menyapa teman-teman dan tetangganya tanpa sungkan. Dia disebut pribadi menyenangkan.

Oon pun dikenal sebagai pribadi yang taat beribadah. Salatnya tak pernah dia tinggal. Dari lansiran detik.com, Oon bahkan pernah menghentikan kegiatan sebuah show supaya salat tepat waktu. Selain itu jika ada kegiatan di bulan Ramadan, Oon tetap berpuasa.

Lewat Project Pop pula Oon mengenal sang istri Dessy Rosalianita yang akrab disapa Ocha. Jadian Oon dan Ocha sungguh kocak. Mereka bertemu kala syuting video klip Dangdut is The Music of My Country. Ocha menjadi salah satu model pendukung video klip. Yang lebih kocak lagi, Ocha gak tahu jika Oon adalah personel Project Pop.

Didekati Oon, Ocha yang awalnya males-malesan namun jadi luluh melihat perjuangan Oon. Bahkan Oon sempat merawat almarhum ayah Ocha saat silaturahmi dengan keluarga istrinya itu di Sidoarjo. Akhirnya Ocha pun menerima cinta Oon. Mereka menikah pada 26 Juli 2004, dan dikaruniai dua anak bernama Rakhi (10) dan Rasya (7).

Oon juga dikenal sebagai ayah yang sangat menyayangi anak-anaknya. Hal ini disampaikan oleh 'senior' P Project, Iszur Muchtar. "Bagi Oon, anak-anak nomor satu. Dia rela melakukan apa saja untuk anak-anaknya," kata Iszur seperti dikutip dari liputan6.com, Jumat (13/1/2017). Tak ada keinginan Oon kecuali meliht anak-anaknya tumbuh dewasa dan berhasil.

Namun impian ini harus terkubur untuk selamanya. Pada Jumat, 13 Januari 2017, Mochamad Fachroni atau Oon Project Pop menghembuskan nafas terakhir pada pukul 05.00 WIB. Oon meninggal dunia di kediaman orangtuanya di Komplek Kopo, Bandung. Almarhum meninggalkan seorang istri, dua orang anak, serta keluarga, kerabat, sahabat, dan kolega yang menyayanginya. Selamat jalan Oon Project Pop. Selamat jalan, Oon.