Prilly Latuconsina, Borong Permen di Amsterdam

Celebnews
Typography

C&R Digital -- Amsterdam merupakan ibu kota dan kota terbesar di Belanda serta merupakan pusat perdagangan. Ketika sedang berada di pusat kota Amsterdam, aku sering makan waffle, yang merupakan makanan kegemaran warga Amsterdam. Di pusat kotanya banyak kedai waffle.

Waffle itu terdiri dari berbagai macam rasa dan topping. Ada rasa keju dan cokelat. Nah, topping-nya itu dihias dengan sangat menarik. Ada yang berupa tumpukan keju. Ada yang berupa tumpukan es krim kemudian di puncaknya diberi lelehan cokelat. Ada pula yang topping-nya buah-buahan, terutama buah strawberry. Lihat topping-nya saja sudah menarik. Rasanya juga enak banget. Makanya aku ketagihan makan waffle di sana. Setiap hari aku pasti beli waffle, hihihi.

Permen di sana ternyata juga rasanya enak-enak. Di dalamnya ada cokelat, sehingga ketika digigit, cokelatnya mencair. Kebetulan aku memang orang yang sangat suka permen.

Belanda memang dikenal sebagai negara pertama  di dunia yang memperkenalkan permen. Pada sekitar abad ke-18, Belanda sudah bisa membuat permen. Bahkan waktu itu permen Belanda, hopjes, juga terkenal di Nusantara.

Permen masa itu masih sederhana. Hanya berupa balutan kopi atau cokelat dengan  gula atau galatin. Tetapi sekarang, produksi permen di Belanda sudah sangat modern. Jadi permen di sana itu enak-enak banget.

Waktu pulang ke Jakarta, aku juga bawa oleh-oleh permen yang banyak. Selain buat aku, juga untuk dibagikan ke teman-teman.

Warga Belanda memang sangat menyukai permen. Jika penduduk Eropa mengonsumsi permen sekitar empat kilogram per orang per tahun, warga Belanda konsumsinya mencapai enam kilogram per tahun. Pantas jika industri permen di sana sangat maju. Itu sebabnya petugas kesehatan setempat sangat menganjurkan penduduk Belanda untuk memeriksakan gigi minimal enam bulan sekali.