Mongol Stres, Berawal Dari Gelandangan

Celebnews
Typography

 

 

C&R Digital - Tak semua artis meraih sukses dengan mudah. Banyak rintangan dan perjalanan pahit yang mereka jalani sebelum akhirnya mencapai popularitas dan hidup mewah. Mongol , misalnya. Program stand up comedy benar-benar mengubah hidup Mongol yang sebelumnya bukan siapa-siapa. Perjuangan yang ditempuhnya untuk meraih kesuksesan memang penuh liku. Ia bahkan sempat menjadi gelandangan tanpa penghasilan.

Pria yang punya nama asli Roni Immanuel ini, meraih predikat sebagai pelaku komedi tunggal dengan honor paling mahal saat ini. Mongol menjadi stand up comedy tetap bagi beberapa perusahaan besar di Indonesia. Bayarannya bahkan bisa mencapai angka Rp 45 juta sekali tampil.

Mongol, lahir dan tumbuh di kota Manado. Pada tahun 1998 Mongol hijrah seorang diri ke Jakarta. Awalnya ia hendak menjadi seorang Pendeta. Namun ia justri ditipu oleh orang yang ingin menyekolahkannya ke sekolah pendeta. ìSaya harus bertahan hidup di Jakarta dengan modal uang hanya Rp 100 ribu," kata Mongol kepada CRDigital mengawali.

Malu pulang kampung, ia sempat menjadi gelandangan tanpa pekerjaan. Tidur di emperan toko di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta. Itulah masa titik nadir Mongol. "Hidup saya waktu itu minus banget. Tapi harus tetap survive," kenang Mongol.

Nasibnya mulai membaik ketika ia mendapatkan pekerjaan. Tak tanggung-tanggung, ia melakoni beberapa pekerjaan dalam satu hari. Pagi bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran padang di kawasan Menteng, siang berjualan koran dan malam hari bekerja di sebuah warung pecel lele.