Artis dan Kru 7 Manusia Harimau Turing ke Puncak

Celebnews
Typography



C&R Digital - Menjalani syuting dari pagi hingga malam hari membuat artis dan kru sinetron 7 Manusia Harimau mengalami kejenuhan. Tak heran mereka pun merancang acara refreshing dengan memanfaatkan hari libur, Sabtu (14/11), ke Puncak, Bogor, Jawa Barat. Alih-alih menyewa bis pergi ke sana, kebanyakan dari mereka malahan mengendarai motor. Jadilah konvoi motor keluarga besar 7 Manusia Harimau menghiasi ruas jalan yang berkelok dan menanjak menuju kawasan wisata itu dari arah Jakarta, Sabtu dua pekan lalu. Mereka mengaku benar-benar merasa fresh paskarekreasi itu itu.

Isu hari Sabtu (14/11) adalah jatah libur syuting sudah menyebar di kalangan artis dan kru sinetron 7 Manusia Harimau sejak tiga minggu sebelumnya. Mereka menyambut bahagia desas-desus tersebut. Maklum, selama ini setiap Sabtu mereka tetap menjalani syuting setiap Sabtu. Terkadang hari Minggu pun demikian.

“Kami langsung merancang libur bersama. Awalnya cuma omongan ‘warung kopi’ di antara para pendukung sinetron 7 Manusia Harimau,” ungkap Ichal Muhammad yang dalam 7 Manusia Harimau The Series berperan sebagai Rifai, saat dijumpai di lokasi syuting sinetron 7 Manusia Harimau di Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (18/11).

Sebenarnya mereka ingin mengendarai motor besar. Sayangnya dua aktor utama, yaitu Adjie Pangestu dan Samuel Zylgwyn pada syuting Jumat itu dari rumah justru membawa mobil. Maka, diputuskan Adjie dan Samuel Zylgwyn, serta pemain lain yaitu Ammar Zoni, Anthonie Xie, dan Mujtaba ikut di dalam mobil. Jelang Tengah malam Jumat itu, dari lokasi syuting mereka menuju Bogor. Tak masuk tol sejumlah motor ini malahan tancap gas beriringan.

Setelah pukul 02.00 WIB, mereka baru masuk ke vila Green Hills. Di vila itu pun mereka tidak langsung tidur, tetapi mereka pesta bakar ikan, sambil mengobrol tentang banyak hal dan becanda. “Jumat malam itu kami semua begadang. Kami ngobrol hingga jam 8 pagi,” ungkap Mujtaba.

Untuk menambah keakraban, kru dan artis tidurnya dicampurkan. Satu kamar diisi oleh lima orang. Vila dan makanan selama mereka rekreasi di Puncak, Bogor, ternyata dibayari oleh Adjie Pangestu dan Samuel Zylgwyn. Sehingga para peserta yang ikut, tinggal bersenang-senang, tanpa ikut memikirkan biaya.