Permohonan Penangguhan Penahanan Saipul Jamil Kembali Ditolak

News
Typography

 

C&R Digital -- Permohonan penangguhan penahanan yang diajukan pedangdut Saipul Jamil ditolak Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara, Senin (4/4) sore. Menurut Kepala Kejari Jakarta Utara Agung Komarudin Dipo, pihaknya tidak melihat alasan yang urgen untuk mengalihkan Ipul menjadi tahanan kota atau tahanan rumah.

"Kami sudah mempelajarinya, mempertimbangkan dan tampaknya tak ada alasan yang urgen untuk dialihkan menjadi tahanan kota atau tahanan rumah. Kami menghormati proses penyidikan yang telah dilakukan penyidik, jadi kami lanjutkan penahanan," ungkap Kepala Kejari Jakarta Utara, Agung Komarudin Dipo.

Itu kali kedua permohonan penangguhan penahanan Ipul ditolak. Sebelumnya, penolakan juga dilakukan Mapolsek Kelapa Gading ketika berkas kasusnya belum selesai.

Ipul, seperti diketahui, ditangkap polisi pada 18 Februari lalu, setelah korban melaporkan tindak pencabulan ke Polsek Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam berita acara perkara (BAP) pertama, Ipul mengakui perbuatannya. Namun, setelah itu pihak Ipul meminta BAP tambahan. Dalam keterangan tambahan, Ipul membantah telah melakukan tindak pencabulan.

Atas kasus tersebut, Saipul Jamil disangkakan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002. Saipul Jamil diancam kurungan penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dengan denda Rp5 miliar.